Mensos: Program Keluarga Sejahtera Targetkan Grup Nelayan, Petani, dan Pesantren

Diterbitkan oleh pada Kamis, 4 Juni 2015 06:14 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 868 kali ditampilkan

Pemerintah menargetkan bantuan untuk program keluarga sejahtera, yaitu grup pesisir yang di dalamnya ada nelayan, buruh pelabuhan, petani, serta kalangan pondok pesantren (ponpes).


"Bapak Presiden Jokowi menargetkan proram bantuan program keluarga sejahtera itu dengan menyasar grup nelayan, buruh, petani serta pesantren," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu malam (3/6).



Untuk menyasar target dengan tepat, validasi dan verifikasi terus dilakukan dan sudah ada 27 kabupaten yang final, salah satunya Kabupaten Barru di Sulawesi Selatan.



"Hingga kini, sudah ada 27 kabupaten yang telah final melakukan validasi dan verifikasi data, salah satunya Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan," ujar Menteri Khofifah.



Penetapan grup nelayan sebagai penerima program cukup beralasan. Sebab, suami sebagai tulang punggung keluarga bisa meninggalkan rumah 5-6 bulan. Jika, istri tidak punya penghasilan tambahan maka membutuhkan support dan perlindungan sosial.



"Suami bisa meninggalkan rumah 5-6 bulan. Jika istri membutuhkan intervensi program dan perlindungan sosial agar mereka terus melangsungkan kehidupan mereka," ucapnya.



Kerena itu, Kemensos meminta kepala daerah dan mendorong kepala desa untuk melakukan kembali penyisiran warga yang belum terdata. Padahal, mereka berhak menerima program bantuan dari pemerintah.



"Untuk data yang sudah masuk dan selesai divalidasi dan verifikasi segera dicetak dan didistribusikan kepada warga yang berhak menerima program bantuan, terutama Kartu Indonesia Pintar (KIP)," ungkap Menteri Khofifah.



Khusus bagi santri dan santriwati yang tidak mampu di pesantren berhak mendapatkan KIP dengan umur 6-21 tahun. Bagi yang di atas 21 tahun berhak mendapatkan bantuan berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).



Ditargetkan Juni pekan ketiga KIP sudah cair dan anak-anak pada tahun ajaran baru sudah siap dengan peralatan sekolah baru yang disupport dari KIP. Besaran KIP per tahun, bagi siswa SMA Rp 1 juta, SMP/Tsanawiyah Rp 750 ribu, serta SD/Madrasah Ibtidaiyah Rp 450 ribu.



"Tidak hanya KIP bagi siswa sekolah, para penyandang disabilitas di sini (Polewali Mandar) bisa mendapat bantuan. Untuk validasi dan verifikasi data ditargetkan beres 100 persen pada Sepetember dan anggaran 2015 terserap semuanya," tukas Menteri Khofifah. [rmol/rus]