Penjualan Madu Menurun di Bintan
BINTAN - Banyaknya ilegal loging yang terjadi tak hanya mengancam habitat satwa liar di hutan saja. Pelaku usaha jual madu hutan saat ini mengeluhkan pasokan madu yang kian menurun.
Seperti yang diungkapkan Nano (46), pemilik usaha jual madu hutan di Kijang, Kabupaten Bintan kepada Terkininews.com, Kamis (06/04/2015). "Selama banyak penebangan terhadap pohon yang menjadi sarang lebah, menyebabkan jumlah madu yang didapat semakin berkurang," sebutnya.
Nano merasa hasil madu hutan saat ini sudah menurun bila dibandingkan saat hutan masih lebat. "Kalau dulu, dalam panen sebulan madu yang didapat bisa mencapai 100 kilogram, tapi sekarang sekitar 30 - 40 kilogram," keluhnya. Padahal peminat madu cukup banyak. Bahkan ayah dua anak ini terpaksa menolak permintaan konsumen dari pulau-pulau, yang meminta satu karung madu. "Waktu itu dia minta disediakan 1 karung madu dalam sebulan. Ya saya bilang saja kalau sebanyak itu saya tidak sanggup," ujarnya.
beliau mengaku hanya bisa mendapatkan omset sebesar Rp 1 juta saja dalam satu bulan. Bahkan saat sedang sepi, penghasilannya di bawah jumlah tersebut. Tentunya jumlah yang sedikit karena ia harus menutupi kebutuhan hidup keluarga. Untuk menutupi kekurangan, ia mencari dengan mengupas getah.
Sedangkan untuk pemasarannya, dirinya mengandalkan penjualan dari acara-acara yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten. "Kadang kita ikut juga ke pameran pameran, ada juga yang langsung datang ke sini beli mau untuk dijadikan oleh-oleh," katanya. Ia berharap Pemkab menangani pembalakan liar di hutan Wacopek serta memperhatikan nasib pengusaha kecil seperti dirinya. Karena bila hanya mengandalkan penjualan madu tidak mencukupi biaya hidup.

