Warga Geram Isi Elpiji Kurang

Diterbitkan oleh pada Ahad, 7 Juni 2015 05:07 WIB dengan kategori Bintan dan sudah 936 kali ditampilkan

BINTAN - Sejumlah warga Tanjunguban, Kabupaten Bintan, mengeluhkan isi tabung gas atau elpiji takaran per kilogram yang sering kurang, sementara harga jual ecerannya tetap sama.

 

"Barusan beli gas di Pom Bensin Tanjunguban, disediakan timbangan dan setelah saya timbang ternyata cuma 7,5 kg, kan katanya tabung sama isinya beratnya 8 kg. Jadi saya coba lagi sampai 5 kali ternyata semua isinya sama kurang semua, terus bagaimana ini solusinya harus komplain kemana kita2 ini, sebagai konsumen ya dirugikan dong, tolong kalikan saja berapa ribu tabung gas yang beredar di pulau Bintan kalau sampai pengisiannya kurang siapa yang diuntungkan. Ciri-cirinya kalau tabung gas itu timbangannya nggak 8 kg, ketika kita angkat terasa isinya bergoyang," kata Darmadi, seorang warga Jalan Tanjunguban, Kelur, Kabupaten Bintan, provinsi Kepri, Sabtu (06/06/2015).

 

dirinya mengatakan, kekurangan takaran atau isi gas pada tabung  tersebut diketahuinya secara jelas melalui alat pengukur otomatis yang berada pada kepala regulator.

 

"Awalnya saya pikir regulatornya rusak. Tapi belakangan saya sangat yakin isinya kurang karena gas yang biasanya tahan sampai dua minggu atau sekitar 14 hari, saat ini hanya tahan selama sepuluh hari," ujarnya. Darmadi mengakui, dirinya telah berulang kali pindah pelanggan untuk membeli gas elpiji yang takarannya pas atau tidak berkurang.

 

Tapi di tempat pengecer mana pun yang pernah didatangi, termasuk di agen yang berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di Jalan Tanjunguban, kata dia juga sama. "Isinya juga selalu kurang. Bahkan pernah isinya kurang sampai setengah. Kami berharap pemerintah cepat bertindak karena ini sudah sangat merugikan kami rakyat miskin," kata Darmadi.