Tukang Pangkas Tergantung Skill Individu
TANJUNGPINANG - Matahari mulai terbenam, KM 9 Kota Tanjungpinang, suatu sore. Didi, salah satu tukang cukur, sedang duduk di kursi pelanggan. Ada Tiga kursi khas tempat cukur di tempat itu, tetapi yang terisi sore itu ada satu. Awak media lama memantau suasana tempat tukang pangkas tersebut.
"Kalau jam segini lumayan Ramai," katanya. Di belakang Didi, jemari temannya sibuk mencari uban yang terselip diantara rambutnya yang hitam. Sementara itu, temannya yang lain baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai tukang cukur. "Biasanya nanti malam baru ramai betul," ucap Didi, Selasa (06/09/2015).
Tempat potong rambut telah menjadi kantor bagi Didi baru-baru belakangan Ini. Meski baru menjalani profesi menjadi tukang cukur, ia cukup percaya diri dengan kemampuannya memangkas rambut orang lain. "Tua muda ya sama saja. Malah kadang yang muda bisa mengalahkan yang tua, tergantung skill saja," kata Didi percaya diri.

