Fikri Tampil di Trans7 Dalam Program Hafiz Quran
KARIMUN - Fikri Arif Fadillah bocah berumur 6 tahun asal Desa Lubuk Kecamatan Kundur bakal mengikuti lomba tahfiz Quran yang digelar stasiun televisi swasta nasional Trans 7. Program hafiz Quran yang digelar oleh Trans7 akan tanyang pada minggu kedua Ramadhan pukul 14.30 WIB.
Usaianya masih tergolong anak-anak dan baru kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kundur, namun kemampuannya menghafal ayat Al-Qur'an tidak bisa dipandang remeh. Karena kini ia sudah menghafal beberapa juz ayat dari kitab suci agama Islam itu. Dan sebentar lagi ia akan dapat kita saksikan bersama-sama pada layar kaca televisi.
Bungsu dari dua bersaudara pasangan Herman dan Asiah itu ternyata juga merupakan santri TPQ termuda se Kabupaten Karimun saat pelaksanaan wisuda santri 6666 orang di Coastal Area pada akhir Maret tahun 2014 lalu, bersempena dengan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an(MTQ) Provinsi Kepri. Ia pun dinyatakan lulus dalam predikat memuaskan meski waktu itu masih berusia lima tahun.
Ternyata abang kandungnya bernama M Hafiz Herawan (11) juga memiliki kemampuan yang sangat baik dan pernah mengharumkan nama Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepri dengan meraih juara satu lomba tahfiz (hafal Al Quran) juz 30 tingkat nasional, yang digelar Kementerian Agama RI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 22 hingga 24 November 2013 silam.
M Hafiz Herawan pun telah lebih dulu menjadi santri penghapal Al-Qur'an di rumah tahfiz Masjid Agung Poros dan kini telah cukup banyak hafalan Qur'annya.
Herman pun bercerita bagaimana sehari-hari bungsu dari dua bersaudara itu menghafal ayat demi ayat dalam Al-Qur'an hingga di usianya yang masih enam tahun telah mampu menghafal sebanyak lima juz. Tidak ada pemaksaan atau pembatasan khusus bagi anaknya yang tetap gemar bermain itu. Hanya aktifitas rutin yang setiap hari dilakukan dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh kedua orang tua Fikri.
"Dia seperti anak-anak lainnya, tetap bermain bersama teman-temannya di lingkungan sekitar rumah, bermain sepeda dan lainnya. Tapi ada jadwal khusus setiap hari dalam menghafal dan mengulangi hafalan Qur'an," ucap Herman kepada terkininews.com, Rabu (9/6) kemarin.
Menyinggung kemampuan anak pertamanya, M Hafiz Herawan (11) yang juga memiliki kemampuan tak kalah hebatnya dari anak keduanya itu dan kini telah mampu menghafal 10 juz dalam mengenyam pendidikan di rumah tahfiz Masjid Agung Poros, Herman pun mengaku memiliki cerita unik. Hal itu bermula ketika akan dilaksanakannya perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kabupaten Karimun di Kecamatan Durai belum lama ini. Yang sama-sama mengikuti lomba tahfiz anak-anak satu juz dari utusan kecamatan yang berbeda.
"Sewaktu abangnya pulang kampung ke Kundur, dia bercerita kepada adiknya dan mengatakan ikut MTQ sebagai utusan dari
Kecamatan Meral dengan mengambil paket hafalan juz satu. Lalu adiknya (Fikri-red) pun tidak mau kalah dan berubah pikiran yang tadinya ambil paket juz 30 juga mau sama seperti Hafiz dengan ambil paket juz 1 utusan Kecamatan Kundur. Akhirnya Fikri yang berhasil meraih juara 3 dan Fikri tidak dapat juara. Tapi tiba-tiba dia mengatakan sesuatu kepada abangnya. Tidak mengapa tidak dapat juara, mungkin Allah punya rencana dan hadiah yang lebih besar dari ini. Ternyata benar, Fikri pun lolos seleksi dan akan tampil di Trans 7," kata Herman menceritakan kedua buah hatinya yang semakin tumbuh besar itu.

