Kembali Resahkan Warga, Buaya Muara Ini Berhasil Ditangkap
LINGGA - Seekor buaya muara, dengan bobot 200 Kilogram dengan ukuran panjang 3 Meter, berhasil ditangkap warga dusun Malar, Desa Mepar, Kecamatan Lingga dekat bibir pantai, yang tak jauh dari pemukiman. Buaya yang ditangkap oleh warga tersebut kemudian diikat dan menjadi tontonan, Minggu (14/6) pagi.
Warga dusun Malar, Muhammad Idham alias Daham mengatakan, buaya muara yang cukup besar tersebut memang sengaja dikail warga. Sebab keberadaannya benar-benar sudah menyulitkan warga.
"Ia kami dan wargalah yang menangkap buaya itu. Adek saya yang pasang jerat kailnya dekat pantai. Sekitar jam 12.00 Wib malam, buaya makan kailnya dan kami tangkap sama-sama," ungkap Daham kepada Batam Pos.
Dikatakan Daham, sejak kejadian tahun lalu, seorang warga Malar, Aras, yang diterkam buaya. Membuat warga Malar tak berani lagi beraktifitas di laut. Hal ini, dikatakan Daham, benar-benar menganggu aktifitas warga yang notabennya berprofesi sebagai nelayan.
"Buaya ini sudah sangat mengganggu. Jadi kami tangkap, dan juga tak jauh dari lokasi waktu Aras diserang buaya. Sejak kejadian itu, orang kampung tak berani lagi melaut," tutur Daham.
Bukan hanya kejadian yang menimpa Aras, membuat warga Malar ngeri. Awal bulan Mei lalu, tak jauh dari dusun Malar, tepatnya di Kampung Dapur Arang, Putri bocah 8 tahun, juga hilang diterkam buaya. Meski telah dilakukan pencarian, jasad korban juga tidak ditemukan. Sementara di dusun Malar, diceritakan Daham, keberadaan predator muara kerap masuk ke pemukiman warga. Unggas dan ternak warga, dikatakan Daham sering hilang.
"Biasanya musim selatan seperti sekarang, warga Malar nyondong udang dan mancing ikan sembilang. Tapi sekarang, tak ada warga yang berani turun ke laut. Buaya sangat banyak disini, dan sangat menganngu. Kita juga menunggu upaya pemerintah, tapi sampai sekarang juga belum ada. Kalau tidak kita tangkap, kita orang nelayan tak bisa ke laut," tambah Daham lagi.
Pantauan dilapangan, buaya tangkapan warga tersebut diikat dengan tali dan diletakkan tak jauh dari bibir pantai. Sementara itu, warga Daik yang mendengar berita penangkapan buaya di Malar, berbondong-bondong datang dan menyaksikan untuk sekedar berfoto dan melihat langsung.
Selain di Malar, terang Daham, buaya Muara cukup banyak tersebar hingga ke lokasi wisata Pasir Panjang. Dikatakannya, puluhan ekor ukuran serupa, juga ditemukan warga namun belum dapat ditangkap. Tambah Daham lagi, jika terus dibiarkan, selain dapat membuat ancaman bagi nelayan, buaya-buaya ini juga mengganggu kenyamanan objek wisata pantai Pasir Panjang yang dikelola oleh warga dusun Malar tersebut.
"Tak hanya disini, di Pasir Panjang juga banyak buaya. Ini harus cepat dicarikan solusi. Buaya yang kami tangkap, jika tidak ada yang mau, mungkin akan kami sembelih dan kami kubur. Buaya benar-benar ancaman," tutup Daham.

