Lima Kelemahan Ini yang Membuat Sutiyoso Tak Layak Pimpin BIN
Aliansi Masyarakat untuk Reformasi Intelijen mendesak Presiden Jokowi menarik kembali pencalonan Sutiyoso sebagai Kepala BIN. Setidaknya ada lima kelemahan yang dimiliki oleh Sutiyoso untuk bisa menakhodai lembaga telik sandi.
"Pertama, sebagai ketum PKPI, posisi Sutiyoso menjadi sangat hitam putih dan afiliatif. BIN merupakan lembaga yang memiliki kerahasiaan tinggi dan seharusnya lepas dari intervensi politik, apalagi yang berbau partai," ujar Jurubicara Aliansi Masyarakat untuk Reformasi Intelijen, Muhamad Adnan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/5).
Alasan kedua, Sutiyoso berstatus tersangka. Sutiyoso ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerbuan kantor DPP PDI pimpinan Megawati pada tahun 1996. Saat peristiwa yang dikenal sebagai Kudeta Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) itu terjadi, Sutiyoso menjabat Pangdam Jakarta Raya.
Ketiga, dari segi usia, Sutiyoso saat ini sudah masuk usia 71 tahun yang berarti secara produktivitas sudah sangat jauh berkurang. Padahal, menurut Adnan, beban pekerjaan BIN sangat besar menghadapi situasi pertahanan dan keamanan yang saat ini begitu kompleks.
"Perang asimetris yang menjadi ciri peperangan kontemporer hanya akan melumat Indonesia jika institusi BIN dipimpin orang yang tidak produktif seperti Sutiyoso," katanya.

