Gema Lingga Menyayangkan Kinerja Pemerintah yang Tidak Serius Utamakan Potensi Lingga

Diterbitkan oleh pada Kamis, 18 Juni 2015 05:08 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.363 kali ditampilkan

LINGGA - Organisasi Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga, menyayangkan kinerja Pemerintah Kabupaten Lingga yang tidak serius dalam menggarap apa yang menjadi potensi utama Kabupaten Lingga. Pasalnya Kabupaten Lingga yang memiliki lahan sagu ribuan hektar tetapi hal tersebut tidak digarap sama sekali pada Tahun 2011.


Zuhardi, Ketua Ormas Gema Lingga, yang selama ini sudah sering mengkritik kinerja pemerintah, terperangah setelah melihat laporan Hasil Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Lingga diakhir jabatannya dari tahun 2010 - 2015.


Dimana dalam LKPJ bupati tersebut, terlihat jelas, lahan sagu yang begitu luas di Kabupaten Lingga, tidak bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.


Lahan sagu yang begitu luas tersebut, tersebar di tiga Kecamatan di Kabupaten Lingga yaitu Kecamatan Lingga, Kecamatan Lingga Utara, dan Kecamatan Lingga Timur, Dimana di dalam tiga Kecamatan tersebut hampir setiap desa memiliki lahan sagu.


Data yang diperoleh Ormas Gema Lingga sesuai LKPJ Bupati Lingga, dimana luas lahan sagu di Lingga dari tahun 2010-2014 adalah tahun 2010 luas lahan sagu 3.391 hektar, tahun 2011 luas lahan sagu 3.447 hektar, tahun 2012 luas lahan sagu 3.455 hektar, tahun 2013 luas lahan sagu 1.414 hektar, dan tahun 2014 luas lahan sagu 2.970 hektar.


Sementara sagu yang dihasilkan dari luas lahan sagu tersebut sesuai dengan LKPJ bupati Lingga, dari tahun 2010 - 2014 adalah hasil sagu tahun 2010 sebanyak 12.439 ton, hasil sagu tahun 2011 sebanyak 0 ton, hasil sagu tahun 2012 sebanyak 545 ton, hasil sagu tahun 2013 sebanyak 3.218 ton, dan hasil sagu tahun 2014 sebanyak  2.615 ton.


" Kita sangat terperangah melihat, data yang tertera di LKPJ bupati, dimana sebagai Kabupaten, yang memiliki lahan sagu yang begitu luas, tetapi tidak bisa dimanfaatkan," kata Zuhardi.

 

Dia juga menuturkan, seharus dari awal pemerintahan bupati sudah bisa melihat apa yang menjadi potensi yang bisa dikembangkan, dan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


" Ini yang kita pertanyakan selama ini, kenapa tidak ada lapangan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Seandainya pemerintah benar-benar serius dalam menggarap lahan sagu dan mengembangkan pengolahannya, sudah tentu masyarakat Lingga bisa merasakannya," ungkapnya.


Selain menyoroti lahan sagu, yang luas di Kabupaten Lingga, Ormas Gema Lingga juga menyoroti lahan karet yang luas tetapi hasilnya tidak maksimal.


" Kita juga sangat menyayangkan produksi karet, yang tidak sesuai dengan luas lahan yang ada. Ini kita menduga pemerintah tidak tanggap dengan keluhan para petani karet dalam kontrol harga," jelasnya.


Data yang diperoleh Ormas Gema Lingga, untuk lahan karet dari 2010-2014 adalah tahun 2010 luas lahan karet 9.275 hektar, tahun 2011 luas lahan karet 4.696 hektar, tahun 2012 luas lahan karet 12.194 hektar, tahun 2013 luas lahan karet 4.868, dan tahun 2014 luas lahan karet 6.105 hektar.


Sementara hasil yang diperoleh dari tahun 2010 -2014 dari perkebunan karet adalah tahun 2010 hasil karet sebanyak  3.118 ton, tahun 2011 hasil karet sebanyak 10.207 ton, tahun 2012 hasil karet sebanyak 4.120 ton, tahun 2013 hasil karet sebanyak 4.119 ton, dan tahun 2014 hasil karet sebanyak 4.119 ton.


" Kita sangat prihatin, melihat hasil dari karet maupun sagu, pertahunnya, sementara lahan yang dimiliki Kabupaten Lingga, sangat luas," ungkapnya.


Dia mengharapkan data hasil LKPJ Bupati Lingga dimasa akhir jabatannya, agar menjadi acuan bagi pemerintah baru yang memimpin Kabupaten Lingga ke depan.