Perbankan syariah di Provinsi Kepri Sangat Baik
Lima tahun terakhir aset, DPK dan pembiayaan seluruh bank syariah di Kepri mencatatkan pertumbuhan masing-masing 36,20 persen, 32,36 persen dan 43,54 persen dan pangsa pasarnya pun terus bertumbuh jika dihadapkan pada total aset bank di Kepri. Catatan Bank Indonesia, hingga bulan ketiga 2015, aset di Kepri mencapai 5,3 persen.
Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, bank syariah cukup tahan banting ketika tanda-tanda krisis ekonomi terjadi. Karena itu konsep keuangan syariah di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan.
“Sekarang syariah sudah berkembang tetapi banyak masyarakat muslim yang tidak paham tentang ekonomi syariah padahal market sharenya bagus dan potensinya besar,”kata Gusti, beberapa hari lalu.
Diakui, saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai model ekonomi itu termasuk perbankan syariah. Gampang saja melihatnya, pertumbuhan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) di bank syariah paling kecil tumbuhnya dibandingkan aset dan pembiayaan.
Dalam 10 tahun ke depan, Kepri ingin market share itu menjadi 20%. Mimpi yang besar dan bukan hal yang mudah jika tanpa terobosan dan roadmap. Saat ini di Kepri terdapat 7 kantor cabang bank syariah dan 2 BPR Syariah.

