LSM Lentera Lingga Pertanyakan Dana Peningkatan Sarana dan Prasarana Disbudpar Lingga

Diterbitkan oleh pada Senin, 22 Juni 2015 04:10 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.402 kali ditampilkan

LINGGA - Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Lingga, pertanyakan peruntukan dana peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata sebesar Rp 2,2 miliar tahun 2014, yang tidak terlihat apa saja yang sudah dibangun oleh Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Lingga.


Dari pantauan kita di lapangan tahun 2014, Disbudpar Lingga, hanya membangun beberapa fasilitas saja, itu juga hanya proyek kecil. Namun dananya bisa sampai mencapai Rp 2.231.629.700,-. "Ini dananya dikemanakan," kata Iskandar Sekretaris LSM Lentera Lingga kepada media ini, Jumat (19/6).


Dia menuturkan, dari pantauan LSM Lentera, proyek pembangunan peningkatan wisata di Lingga, yang berukuran besar hanya ada di Pulau Benan yaitu pembangunan dua kotec, penginapan untuk tamu.


Sementara proyek yang lain ukurannya hanya sekala kecil." Kalau kita lihat proyek yang lain, dananya hanya dibawah Rp 200 Juta, ini yang membuat kita mempertanyakan dana peningkatan pembangunan sarana dan prasarana tersebut," jelasnya.


Iskandar menjelaskan, dana untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana di Pulau Benan, dipisahkan dari dana peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata.


" Dana untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasana di Pulau Benan, Disbubpar menganggarkan tahun 2014 sebesar Rp 503.730.000. Jadi untuk Benan ini dananya terpisah," kata Iskandar.


Hemat Iskandar, tidak jelasnya apa yang dibangun oleh Disbudpar Lingga, tahun 2014, dan besarnya dana yang mereka gunakan, salah satu penyebab devisit yang terjadi di Kabupaten Lingga." Kita lihat besarnya dana pembangunan sarana dan prasana untuk pengembangan destinasi pariwisata di Lingga, tetapi kegiatannya tidak terlihat, ini menjadi pertanyaan bagi LSM Lentara," tegas Iskandar.


Sementara di tempat terpisah, Muhammad Iqbalissar, Kepala Bidang Peningkatan Destinasi Wisata, menuturkan untuk tahun 2014, mereka melaksanakan sebanyak 11 kegiatan pembangunan fisik untuk peningkatan sarana dan prasarana pariwisata.


" Seingat saya, Kami (Bidang Peningkatan Destinasi Wisata_red) melakukan 11 kegiatan pembangunan fisik, dengan biaya sebesar Rp 1,2 miliar. Kegiatan tersebut tersebar di tempat -tempat wisata yang ada di Kabupaten Lingga," jelas M. Iqballissar.


Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Peningkatan Destinasi Wisata adalah, pembangunan panggung seni di Dabo, pembangunan paving blok di lapangan Krida Tande, pembangunan lapangan parkir di lapangan Krida Tande, pembangunan batu miring di air terjun Resun, pembangunan gajebo di air terjun Resun, pembangunan bilik ganti di pantai Sergang, pembangunan loket tiket di pemandian air panas Dabo Singkep, pembangunan gajebo di Lubuk Papan, pembangunan dua unit kotec di Benan, dan melakukan rehap untuk tempat penaruhan meriam di Bukit Cening.


" Tahun 2014, kita hanya melaksanakan 11 kegiatan pembangunan fisik, sementara kegiatan lainnya dipangkas," kata M. Iqbalissar.


Sementara saat ditanya, dana Rp 2,2 miliar, yang direalisasikan pemerintah Kabupaten Lingga, untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, M. Iqbalissar, menuturkan dana tersebut dibagi dengan bidang lain.


" Kalau yang kami pakai (Bidang Peningkatan Destinasi Wisata_red) hanya Rp 1,2 miliar, untuk melaksanakan 11 kegiatan. Kalau sisanya mungkin bagian lain," dalih M. Iqbalissar.


Sementara data yang dihimpun dilapangan, pemerintah Kabupaten Lingga sudah mengalokasikan anggaran sesuai dengan progran kerja setiap bidang dengan tupoksi masing-masing. Hal ini untuk lebih mudah dalam menyusun mata anggaran.


Seperti di bidang destinasi  pariwisata, pemerintah Kabupaten Lingga, mengalokasikan sebanyak lima mata anggaran untuk peningkatan destinasi pariwisata tahun 2014. Lima mata anggaran tersebut adalah, pengembangan objek wisata unggulan sebesar Rp 219.952.500, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata sebesar Rp 2.231.629.700, pengembangan jenis dan paket wisata unggulan sebesar Rp 922.240.900, tour de Singkep sebesar Rp 347.307.000, dan peningkatan pembangunan sarana dan prasarana wisata bahari Benan sebesar Rp 503.730.000.