Mensos Sidak Gudang Beras Bulog Batam

Diterbitkan oleh pada Selasa, 23 Juni 2015 08:46 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 854 kali ditampilkan


 

“Di Batam ini manja ya, berasnya saja dari Thailand,” kata Khofifah seraya tertawa.
 
Kepala Perum Bulog Subdivre Batam, Pengadilan Lubis mengatakan beras impor tersebut merupakan sisa stok tahun 2014. Saat itu, belum ada pelarangan impor beras.
 
Sidak tersebut, kata Khofifah, bertujuan untuk mengecek ketersediaan stok. Hasil pengecekan, dipastikan stok beras aman hingga September mendatang. Ia berharap, dari stok yang ada, raskin dapat didistribusikan tepat waktu.
 
Selain melihat ketersediaan stok, Khofifah juga mengecek apakah beras yang ada di gudang Bulog layak konsumsi. “Kita tidak ingin ada beras yang rusak,” ujarnya.
 
Khofifah mengatakan pemerintah akan mendesain ulang program beras miskin (raskin) ini. Rencana ini sesuai dengan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Desain ulang nantinya termasuk vasildasi data penerima manfaat.
 
Selain itu juga menyentuh sampai jumlah beras yang diterima masyarakat. Karena ada laporan, penyaluran ke masyarakat penerima manfaat tidak sampai 15 kilogram sesuai ketentuan.
 
“Kita tidak akan menghapus program raskin. Kita akan rapat terbatas dengan Presiden terkaitredesign raskin, untuk menentukan dan mencari format yang tepat,” katanya.