Pengolahan Air Laut Jadi Air Minum Hadir di Belakangpadang
Hal ini disampaikan Walikota Batam, Ahmad Dahlan saat Safari Ramadhan di Masjid Jannatul Firdaus, Kelurahan Sekanak Raya, Belakangpadang, Senin (22/6).
“Di Belakangpadang ini listrik mudah-mudahan tidak ada masalah. Masalah kita di Belakangpadang ini adalah air, dan air, dan air,” kata Dahlan.
Ia menjelaskan pada awalnya pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun instalasi pipa bawah laut dari Batam ke Belakangpadang. Bahkan anggaran sebesar Rp 20 miliar sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu
.
Namun karena perairan antara Batam-Belakangpadang merupakan jalur pelayaran internasional, maka pipa harus ditanam 2-4 meter di bawah dasar laut. Sehingga dirasa sulit untuk diwujudkan karena butuhkan teknologi dan biaya lebih besar.
“Tapi berkat perjuangan kita semua dan doa masyarakat, ada rencana pemerintah, masih dari anggaran pusat, menjadikan air asin jadi air tawar langsung bisa diminum, kualitas WHO. Di Singapura juga pakai itu,” ujarnya.

