Pendidikan Kunci Utama Bangkitnya Penyandang Disabilitas
Ada persoalan mentalitas ketidakpercayaan diri di kalangan penyandang disabilitas yang menghambat partisipasi dalam berbagai sektor masyarakat.
Pendiri dan CEO Thisable Enterprise Angkie Yudistia mengungkapkan, pendidikan inklusi adalah jawaban untuk mengatasi persoalan tersebut, di mana tidak ada pembedaan antara disabilitas dengan masyarakat normal pada umumnya.
Angkie berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan bisa mengakomodasi aspirasi kalangan disabilitas.
"Pendidikan adalah kunci untuk menggapai mimpi masa depan," ungkap Angkie dalam acara Kafe Solidaritas buka puasa bersama penyandang disabilitas yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pondok Indah Mall, Jakarta, Rabu, (24/6).
"Hanya melalui pendidikan generasi muda disabilitas bisa bangkit dan berkontribusi bagi masa depan bangsa," tegas Angkie yang pernah mengalami keterpurukan ketika menghadapi kenyataan dirinya kehilangan kemampuan pendengaran.
Ketidaksempurnaan memang tidak menghalangi mereka mengekspresikan kegembiraannya dan menyuarakan keinginan untuk berpartisipasi secara luas dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa, termasuk dimensi politik.
"Tak ada manusia yang terlahir sempurna, jangan kau sesali segala yang telah terjadi," lirik lagu d’Masiv mengalun di tengah-tengah hampir seratusan komunitas penyandang disabilitas yang hadir dalam acara tersebut.
Buka puasa bersama penyandang disabilitas ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kafe Solidaritas yang digelar PSI sejak Selasa (23/6) sampai akhir pekan ini (Minggu, 28/6).
Kemarin, PSI buka puasa bersama sejumlah tokoh LSM, netizen, dan jurnalis. Besok dan hari berikutnya dengan komunitas lainnya seperti komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) dan Komunitas Onthel se-Jabodebatek.
Dalam sambutannya kemarin, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengungkapkan, pihaknya mengundang sejumlah komunitas untuk mendengar dan menghimpun masukan.
"Semua masukan akan kami catat, akan kami dokumentasikan. Akan kami jadikan sebagai landasan dalam menyusun program partai," tandas Grace. [rmol/zul]

