Desa Mensanak Butuh Akses Transportasi

Diterbitkan oleh pada Senin, 29 Juni 2015 08:43 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.428 kali ditampilkan

LINGGA - Merupakan desa yang telah berdiri sejak tahun 2007 lalu, berdasarkan Perda nomor 3/2007. Desa Mensanak, Kecamatan Senayang, hingga saat ini masyarakatnya belum menikmati akses transportasi, yang mendukung aktivitas dalam meningkatkan perekonomian. Padahal desa ini sudah memasuki 9 tahun setelah pemekaran.

 

 

Akses transportasi bagi warga Mensanak merupakan hal yang sangat penting. Sampai hari ini akses tersebut masih langka. Jika ingin melakukan perjalanan ke luar daerah, mereka harus menimbang ini dan itu terlebih dahulu. Untuk kepentingan yang sangat mendesak, warga harus menyewa pompong untuk menuju Pelabuhan Tajur Biru. Dari pelabuhan ini, warga bisa melanjutkan ke Batam atau ke Kota Tanjungpinang.

 

”Kalau tidak penting sekali, warga tidak pergi ke Batam atau ke Tanjungpinang. Karena, sarana transportasi ke Desa Mensanak susah. Warga membutuhkan akses dan sarana transportasi,” kata Ardi, salah seorang warga Mensanak, beberapa waktu lalu.

 

Masyarakat harus merogoh kocek sebesar Rp 100 ribu dahulu untuk menyewa pompong dengan lama perjalanan hanya 30 menit. Sementara, penghasilan masyarakat hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

 

Terkait hal ini, warga Mensanak ternyata sudah lama mengusulkan kepada pemerintah daerah, agar disediakan kapal feri bersubsidi tujuan Tanjungpinang yang membuka rute atau singgah di Pelabuhan Mensanak. Namun permintaan ini, tidak pernah didengar pemangku kebijakan di Kabupaten Lingga.

”Tidak hanya kebutuhan masyarakat yang sering terbengkalai. Urusan pemerintah juga sering terlambat, akibat sulitnya akses menuju pusat pemerintahan di Daik,” ungkapnya.