Ekonomi Indonesia Diperkirakan Bakal Maju 35 Tahun ke Depan
Berdasarkan proyeksi dari Economist Intelligence Unit (EIU), Indonesia dan Meksiko diprediksi bisa menggantikan posisi Rusia dan Italia sebagai bagian dari 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Menurut EIU butuh waktu 35 tahun bagi dua negara itu untuk bergabung dengan Cina, Amerika Serikat (AS) serta India.
Dikutip dari Bloomberg, Ahad (28/6), Cina merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia juga berkemungkinan mengambil alih posisi AS sebagai raksasa ekonomi dunia pada 2026 mendatang. Cina serta India pun diperkirakan bakal lebih kaya dibandingkan Indonesia, Jerman, Jepang, Brasil, dan Inggris.
Pendapatan per kapita Cina, diproyeksikan hampir mengalahkan Jepang pada 2050. Sedangkan kemampuan belanja di India diprediksi bakal meningkat hingga 24 persen pada 2050.
Angka itu mengalahkan potensi belanja konsumen AS yang cuma tiga persen. Kemudian EIU menilai, Asia akan mampu berkontribusi sekitar 53 persen dari produk domestik global pada 2050, dengan penurunan kontribusi dari kawasan Eropa.
Hanya saja peningkatan populasi usia kerja produktif ditempati oleh Afrika serta Timur Tengah. Sedangkan sebagian besar penduduk Eropa dan Asia Timur akan mencatatkan penurunan jumlah tenaga kerjanya.
Selanjutnya, Cina dan Korea Selatan diperkirakan bisa mengalami kontraksi pasar tenaga kerja sekitar 17 sampai 18 persen. Lalu jumlah tenaga kerja di Yunani, Portugal, dan Jerman diprediksi menurun sampai lebih dari seperlimanya.
Cina serta India diproyeksikan bakal mengalami peningkatan kekuatan ekonomi dengan kemampuan politik yang handal. "Mereka akan memainkan peranan besar dalam tatanan global, seperti perekonomian global, keamanan internasional, dan perubahan iklim," tutur para analis dalam laporan EIU.(rol)

