Kondisi Ekonomi Terpuruk, Biaya Pendidikan Tak Kenal Kompromi

Diterbitkan oleh pada Senin, 29 Juni 2015 08:33 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.464 kali ditampilkan

LINGGA - Pendaftaran penerimaan Siswa/i baru untuk SD, SMP dan SMA/Sederajat telah dibuka, bahkan ada dari beberapa sekolah yang telah menutup pendaftaran bagi penerimaan Siswa Baru di Sekolahnya. Namun ada beberapa sekolah yang masih menetapkan biaya yang cukup tinggi disaat kondisi ekonomi kita lagi terpuruk.

 Hal ini menyangkut pada keinginan masing-masing Orang Tua Murid untuk mendapatkan Pendidikan bagi anak tentunya sangat tinggi, namun keinginan tersebut tak sedikit terkendala oleh kemampuan ekonomi yang dialami orang tua murid, Senin (29/6).

 

Penelusuran media ini, Sejumlah orang tua yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya mengeluh dengan biaya pendidikan yang harus mereka keluarkan demi masa depan anak-anak mereka. Saat ini kondisi perekonomian Lingga sedang terpuruk sehingga biaya pendidikan itu terasa memberatkan mereka.

 

"Kondisi ekonomi kita saat ini sudah hancur-hancuran, sementara biaya masuk sekolah semakin tak kenal kompromi, mulai dari biaya seragam dan uang-uang lainnya," keluh seorang orang tua yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya di jenjang SMA yang namanya tidak mau dipublikasikan, Senin (29/6).

 

Menurutnya, keadaan Lingga yang sudah terpuruk akibat defisit anggaran semakin diperparah dengan situasi politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada). Menurutnya, nyaris semua pejabat publik dan politikus sibuk menyusun strategi untuk menghadapi pilkada jelang pendaftaran calon bupati ini sehingga fokus untuk menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat terabaikan.

 

"Kalau ekonomi di daerah kita normal seperti dulu, mungkin orang tua murid tak banyak mengeluh. Tapi saat ini masyarakat sudah sangat terpuruk, mata pencaharian mereka tidak ada, kondisi daerah juga menyedihkan," katanya.

 

Menurutnya lagi, yang sangat memberatkan wali murid adalah uang untuk seragam sekolah, khususnya untuk SLTP dan SLTA, mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1 juta lebih. Uang seragam setiap sekolah juga bervariasi, belum lagi biaya administrasi lainnya seperti uang sumbangan komite di jenjang SLTA serta biaya kuliah.

 

"Yang diharapkan bukanlah membantu dari segi keuangan, tapi ada solusi terbaik seperti keseragaman biaya, khususnya bagi sekolah negeri, dan transparansi keperluan biaya tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman," ujarnya.

 

"Kalau kondisi ini tidak diperhatikan bukan tidak mungkin akan banyak anak yang putus sekolah," imbuhnya.

 

Menanggapi hal ini, Drs Nurdin Ketua Komisi III DPRD Lingga, yang membidangi, Pendidikan, Kesehatan dan Kesra, kepada wartawan menyampaikan, yang jelas dengan keadaan ekonomi sekarang yang lagi payah-payahnya, serta harga kebutuhan pokok yang mahal, sudah jelas sangat berat, untuk membayar pendaftaran ke SMP ataupun ke SMA.

“Kita minta dengan sekolah SMP dan SMA agar bisa memberikan solusi, agar orang tua wali murid tidak merasa berat dengan cara di ansur 3 atau 4 Kali bayar,” tuturnya.