Sejumlah Pekebun di Lingga Keluhkan Kurangnya Promosi Hasil Perkebunan
LINGGA - Sejumlah masyarakat pekebun yang ada di Kabupaten Lingga mengeluh dengan sikap pemerintah daerah, karena tidak adanya promosi industri hasil perkebunan, sehingga hasil panen kebun sulit berkembang. Padahal di beberapa daerah yang ada di Lingga ini, banyak terdapat lahan-lahan produktif yang masih bisa dijadikan lokasi pertanian dan perkebunan, Rabu (1/7/2015).
Hal tersebut diutarakan seorang petani Lingga yang sudah belasan tahun menggiatkan kerjanya dibidang perkebunan untuk menghidupi keluarganya kepada media ini.
"Industri perkebunan tidak berkembang, karena tidak adanya promosi industri perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap pelaku usaha atau investor baik lokal maupun asing," ungkapnya.
Dia mengatakan, banyak dari petani kebun di kabupaten ini yang terdiri dari banyak pulau itu juga mengeluhkan tidak dapat berkembang karena tidak adanya perhatian serius dan penyuluhan tentang budi daya perkebunan dari pemerintah setempat.
"Sebenarnya, jika dikelola dengan baik, perkebunan di Lingga bisa berkembang, dengan mengirim hasil produksinya ke Batam atau Kabupaten Kota lain di Kepri." tururnya.
Dikatakannya, apalagi selama ini pasokan buah dan sayuran di Batam lebih banyak diimpor dari luar negeri. Bila pasokan buah dan sayur dari Lingga ini bisa dipasok ke Batam tentunya akan lebih menguntungkan untuk warga Lingga dan warga Batam.
Kemudian lanjutnya lagi, kami sebagai masyarakat Lingga juga mengeluh dengan minimnya perbaikan dan penambahan infrastruktur khususnya penambahan jalan lintas yang menghubungkan antar desa dan keterbatasan sarana untuk kesehatan khususnya rumah sakit dan fasilitas alat-alat medis di rumah sakit.
"bisa kita lihat sendiri, kebanyakan peralatan alat kesehatan di rumah sakit yang disediakan oleh pemda tidak mencukupi pelayanan masyarakat sehingga banyak warga yang lebih memilih berobat ke luar daerah, khususnya ke Batam dan Malaysia. Dan minimnya sarana Kesehatan, terutama gedung Rumah Sakit, yang mengakibatkan paramedis melakukan praktek di lapangan terbuka," paparnya.

