Jepang, Australia, dan Amerika Gelar Latihan Perang Gabungan

Diterbitkan oleh pada Ahad, 5 Juli 2015 16:51 WIB dengan kategori Liputan Khusus dan sudah 1.508 kali ditampilkan



Jepang mengirimkan sekira 40 orang personel dari Japan Ground Self Defense Force (JGSDF) untuk mengikuti latihan perang dua tahunan Australia-AS tersebut. Mereka akan bergabung dengan lebih dari 500 personel militer Selandia Baru yang juga ikut ambil bagian.

“Ini adalah hubungan yang sangat penting dan saat ini kita menghadapi tantangan yang cukup signifikan di berbagai belahan dunia. terutama di Timur Tengah,” kata Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott, sebagaimana dilansir Guardian, Minggu (5/7/2015).

Keterlibatan Jepang dalam latihan perang ini dilakukan dalam situasi tegang dengan China atas konflik sengketa wilayah di Laut China Selatan. China juga dilaporkan telah hampir menyelesaikan pembuatan pulau buatan di wilayah sengketa di Laut China Selatan.

Kritik yang dilayangkan AS atas tindakan ini ditolak oleh Beijing yang mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah sebuah penegasan kedaulatan China atas wilayah tersebut.

“Latihan perang ini sudah tentu terkait dengan tindakan China yang semakin berani dan semakin banyak mengeluarkan uang untuk memperkuat kapabilitas militer mereka untuk mendukung tindakan mereka, terutama di Laut China Selatan,” kata seorang pakar dari Universitas Sydney, John Lee.

Keikutsertaan Jepang juga diduga sebagai bentuk penerapan politik dalam negeri mereka. Pemerintahan sayap kanan PM Jepang Shinzo Abe beberapa waktu belakangan tengah berusaha meningkatkan partisipasi Negeri Matahari Terbit itu dalam keamanan di wilayah sekitarnya.(OKZ)