Poyo Harmoni, Pasukan Pembangun Sahur Warga Kundur

Diterbitkan oleh pada Jumat, 10 Juli 2015 13:44 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.301 kali ditampilkan

KARIMUN - Keistimewaan bulan Ramadan selalu disambut suka-cita umat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.


Sebagai negara mayoritas pemeluk Islam terbesar dunia, Indonesia mempunyai kebiasaan yang hanya dapat dijumpai ketika bulan puasa datang. Salah satunya yakni berkeliling membangunkan masyarakat (umat muslim) bersiap bersantap sahur.


Itu yang dilakukan anak-anak sebaya, pejuang pembangun sahur di salah satunya poyo harmoni, remaja RW 04 Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Karimun.


"Kebiasaan unik tersebut sudah berjalan sejak lama. Umumnya yang membangunkan sahur adalah anak-anak sebaya. Mereka pada suka semua membangun sahur warga dengan cara berkeliling. Sebagai masyarakat, kami jelas sangat terbantu,”ungkap salah orang ibu rumah tangga yang sangat terbantu dengan adanya pasukan pembangun sahur.


Acara berkeliling membangunkan umat muslim bersantap sahur umumnya dilakukan lepas tengah malam hingga sepertiga malam terakhir. Biasanya pasukan pembangun sahur yang membangunkan warga yang lain untuk melakukan persiapan kebutuhan santap sahur. Pasukan pembangun sahur ini biasanya “dipersenjatai” bermacam aksesoris.


Sambil berkeliling, mereka memukul-mukul galon, kaleng, panci bekas dan barang lainnya. Ada juga Toa, semacam pengeras suara dari masjid yang sengaja dibawa berkeliling serta tak lupa juga meriam bambu yang sudah disiapkan juga. "Biar lebih asik saja om. Biar ramai dan terbangun semua,” kata Iqbal  salah satu anak yang masih duduk di Sekolah Dasar .


Acara bangun sahur juga biasanya mereka berkeliling. Satu kampung bisa 2 hingga 3 kali dikeliling untuk memastikan lampu-lampu rumah yang mati hidup semua. Itu artinya tuan rumah sudah tersadar dan bersiap-siap untuk masak.


"Makanya kami inisiatif membangunkan sahur lebih awal,” ujar Saipul Bahri sebagai koordinator pasukan pembangun sahur poyo harmoni.


Motivasi teman-teman pembangun sahur ini tidak lain dan tidak bukan hanya mencari pahala. Dengan adanya pasukan pembangun sahur tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang umumnya akan bangun sahur. "Kami hanya mencari pahala di bulan Ramadhan, dengan adanya kami masyarakat terbantu untuk bisa bangun sahur” ungkap Ipul sapaan akrabnya.


Meskipun alat yang dipergunakan cukup sederhana namun suara yang ditimbulkan enak didengar dan khas sekali, sehingga jika mendengar bunyi-bunyian itu ingatan kita pasti melayang ke bulan puasa seperti biasanya. Siapa yang mengkoordinir mereka, semua warga tidak tahu.