Kisah Seorang Ayah Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Anak dari Kebakaran
TEMBILAHAN-Abdul Sasi (33), warga Kelurahan Sungai Empat, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mengalami luka bakar cukup parah, karena berusaha menyelamatkan anaknya dari kobaran api yang menghanguskan rumahnya, Jum'at (10/7/15).
Kejadian ini bermula, usai berbuka puasa, di saat Abdul Sasi sedang beristirahat, tiba dikagetkan bunyi ledakan dan teriakan isterinya, Imah (25) dari arah dapur.
Saat itu spontan ia langsung berlari menuju dapur dan melihat kaki isterinya terbakar, langsung dibawanya keluar rumah dan berusaha memadamkannya dengan air. Saat itu ia lupa api sedang melalap bagian dapur dan merembet ke ruang tengah rumah yang terbuat dari kayu tersebut.
Saat itu Sasi baru sadar anaknya yang baru berusia 7 bulan berada dalam rumah, saat mendengar tangisan anaknya dari arah rumah yang terbakar. Sontak ia langsung menerobos kobaran api yang sedang melalap rumah itu.
Untungnya, anak pertama pasangan muda ini berhasil diselamatkan dari kobaran api, walaupun pria ini harus mengalami luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya.
Menurut cerita Abdul Sasi dari keterangan isterinya, kebakaran ini bermula saat isterinya ingin menambah minyak lampu pelita, tiba-tiba saat menuangkan minyak tanah dari jerigen, api langsung menyambar minyak di dalam jerigen dan mengakibatkan minyak tumpah dan mengenai kaki isterinya.
"Api sangat cepat berkobar dan menghanguskan rumah, selain anak, saya hanya dapat menyelamatkan surat penting, tilam dan sebuah radio," ceritanya.
Pasca musibah yang hampir merenggut nyawanya ini, Abdul Sasi sempat dirawat di Puskesmas Pembantu Kelurahan Sungai Empat, kemudian dibawa ke Puskesmas Teluk Pinang. Namun karena luka bakar yang dialaminya cukup serius akhirnya kembali dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.
"Kebakaran ini di Dusun Parit Surau. Kelurahan Sungai Empat ini mengakibatkan Abdul Sasi (33) mengalami luka bakar di bagian tubuhnya dan isterinya Imah (25) luka bakar dibagian kaki," ungkap Kapolsek GAS AKP Syapriadi melalui Kanit Reskrim Ipda M Zen.
Lurah Sungai Empat, Suyono mengakui, kejadian kebakaran seperti ini sudah beberapa kali menimpa warganya akhir-akhir ini.
Sebagai catatan, kejadian seperti ini kerap terjadi dan menelan korban, baik kebakaran rumah dan luka bakar, diduga beredar minyak tanah oplosan di Inhil. Kondisi ini harus disikapi serius pihak terkait, jangan sampai menimbulkan kerugian lebih besar bagi warga lainnya.***(RTC/mar).

