Melihat Potensi Wisata Selat Napau Lingga

Diterbitkan oleh pada Senin, 13 Juli 2015 22:20 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.258 kali ditampilkan

LINGGA - Ternyata masih banyak aset wisata yang dimiliki Kabupaten Lingga bernilai ekonomis tinggi. Salah satunya yaitu potensi wisata Selat Napau di Dusun Dua Nampak, Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan.

 Namun potensi tersebut sama sekali belum terjamah sedikit pun oleh pemerintah setempat maupun investor luar lainnya, Senin (13/7).


Dengan lokasi yang hanya berjarak tiga jam dengan Tanjung Jabung, Provinsi Jambi. Selat Napau ini memiliki hamparan batu besar di pesisir pantai hampir ratusan meter. Didepan perbatasan selat tersebut pun juga terdapat dua lokasi kumpulan batu yang menyerupai pulau atau daratan yang disebut masyarakat dengan nama "terumbu rinas" dan "terumbu tengalak".


Terumbu karang ini, memiliki luas hingga puluhan meter dan jaraknya hanya beberapa meter saja dari bibir pantai. Dan wilayah tersebut pun dinilai memiliki potensi wisata yang luar biasa jika dikelola secara maksimal.


Seperti yang diakui Joy warga  Singkep Selatan, Pesona wisata bahari di selat ini merupakan salah satu potensi alam yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi bila mampu dikembangkan dengan maksimal oleh pemerintah setempat.


" Ya kondisi ini pun membuktikan bahwa Lingga dengan Dabonya yang sempat dikenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia, ternyata tidak saja dikenal dengan hasil sumber daya alamnya, tetapi juga dengan aset wisata yang dimilikinya," ungkap joy.


Joy mengatakan, meskipun letak selat ini satu daratan dengan Pulau  Singkep, tetapi selat ini dulunya di sebut pulau. Karena sebelum adanya perusahaan timah disini. Akses untuk menuju ke selat ini harus melewati laut dahulu. Tetapi setelah ada beberapa perusahaan timah masuk, mereka membuat jalan untuk mempermudah akses kelokasi tersebut.


"memang cukup jauh lokasi selat tersebut dari ibu kota kecamatan, Dabosingkep. Untuk menuju kesana, kita harus menempuh perjalanan sekitar 50 km terlebih dahulu." tutur joy


Dijelaskan Joy, para pelancong yang hendak menuju ke lokasi tersebut harus menempuh jalan yang belum beraspal dahulu. Sebagian besar masih berpasir. Kendati demikian, menurut Joy itu tidaklah sulit.


Namun, ungkap Joy, di lokasi ini pernah direncanakan untuk dibangun pelabuhan guna mempermudah akses transportasi laut dari Pulau Singkep ke Jambi. Dengan adanya pelabuhan tersebut diharapkan akan memperpendek jarak antara Jambi dan Dabo karena selama ini kapal-kapal motor dari Jambi harus berlabuh di pelabuhan Dabo yang membutuhkan waktu cukup lama.