Dalam Dua Hari Empat Motor Hilang di Parkiran SP Plaza Batam
BATAM - Lagi-lagi curanmor menghiasi laman pemberitaan, dan lagi-lagi kejadian ini terjadi di Batu Aji, tepatnya di parkiran SP Plaza. Seorang warga bernama Danial Togap Manurung melaporkann telah kehhilangan sepeda motornya dengan merek Honda Beat dan bernomor polisi BP 1763 JF pada minggu malam (12/7/2015) pukul 18.36 waktu setempat.
Kejadian bermula saat Daniel hendak membeli seragam sekolah untuk anaknya dan memarkir sepeda motornya persis didepan anera bermain anak dan lapangan futsam SP Plaza.
Ia mengaku baru meninggalkan sepeda motornya selama 16 menit dan sepeda motornya sudah tidak ada saat ia kembali.
Ia kemudian melaporkan kejadian ini pada security setempat dan hanya mendapat jawaban “Sabtu malam lalu juga 3 motor hilang disini” demikian yang dikatakan Daniel menirukan apa yang disampaikan security SP plaza. Ia mengaku tercengang karena mendengar respon security yang seperti tanpa beban “apa sih tugas security, mendengar respon security saya jadi tercenganng. Peringatan buat yang lain untuk hati-hati parkir motor di SP Plaza. Securitynya tidak bertanggung jawab” ujar Daniel dengan kesal.
Daniel kemudian melaporkan kejadian ini pada pukul 21.00 ke Polsek Sanggulung dan kasus ini kemudian ditangani oleh Briptu EC. Hutasoid. Selama ini parkiran SP Plaza memang gratis namun akhir-akhir ini keamanan wilayah tersebut kian rawan.
“Sudah saatnya mungkin, SP Plaza menerapkan sistem secure parking. Biarpun bayar, namun keamanan akan lebih terjamin. Dan ruang gerak maling motor pun makin sempit” Ujar Dedi Irawan salah satu warga. Dia juga mengungkapkan bagaimana hingga keberadaan sepeda motor yang dicuri sulit sekali terlacak ”Maling motor sekarang biasanya sudah upgrade sales sistemnya. Kalau dulu dijual utuh tanpa surat dengan harga murah, sekarang dijual dengan cara terpisah, dipreteli bagian demi bagian, dan dijual secara online maupun offline tanpa mudah terlacak.”
Kasus ini kemudian juga merembet pada lemahnya manajemen plaza, seperrti halnya yang diungkapkan oleh salah seorang warga sagulung bernama Dedi “Bukan masalah keamanan saja, tapi juga kenyaman pengunjung harus di perhatikan. Masa air tempat wuduk mushola hanya satu keran. Alirannyapun kecil. Dan juga jorok dimana-mana.”

