Ada Kemungkinan 1 Syawal 18 Juli
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, apabila pada tanggal 16 Juli 2015 selepas magrib bulan atau hilal tidak terlihat karena tertutup awan, maka penetapan Idul Fitri 1436 Hijriah akan dibahas secara mendalam oleh peserta sidang isbat.
“Tapi kalau tertutup awan, mendung tebal dan tidak bisa dilihat hilalnya, maka ini yang akan dibicarakan (peserta sidang,-red),” ujar Menag Lukman Hakim Saifudin, Selasa (14/7) kemarin.
Berdasarkan perhitungan astronom atau hisab, kata Menag, hilal akan ada di atas dua derajat dari cakrawala dan memungkinkan terlihat oleh mata. Hanya cuaca yang bisa menghalangi pandangan mata untuk menyaksikannya. Jika itu terjadi, maka puasa digenapkan menjadi 30 hari atau lebaran jatuh pada 18 Juli 2015.
“Besok seperti apa hasil isbat, itu tergantung apakah 16 Juli 2015 selepas Magrib. Itu ada pelaku rukyat melihat hilal atau tidak. Kalau tampak, maka dengan sendirinya malam itu masuk 1 syawal dan besoknya Idul Fitri,” ucapnya.
Lukman menambahkan, penetapan waktu Idul Fitri sendiri dilakukan dengan memadukan dua metode. “Hisab harus dikonfirmasi dengan rukyat. Bisa dengan mata telanjang atau dengan alat bantu teleskop dan sebagainya, tapi harus terlihat,” tuturnya. (BE)

