Jusuf Kalla: Mudah-Mudahan Lebaran Tahun Ini Tidak Berbeda

Diterbitkan oleh pada Kamis, 16 Juli 2015 04:20 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 846 kali ditampilkan

Kamis, 16/72015, Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat untuk menentukan 1 Syawal 1436 Hijriyah.


Memang, masih ada desas-desus kabar kemungkinan Lebaran Muhammadiyah, NU, dan pemerintah berbeda. Namun, semoga saja hasil sidang itsbat nanti memutuskan tahun ini kita semua berlebaran di hari yang sama.



Sidang itsbat nanti akan digelar setelah magrib di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta. Peserta sidangnya adalah ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Mathlaul Anwar. 



Pihak Kementerian Agama juga akan mengundang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang akan menjelaskan posisi hilal (bulan baru) dalam hitungan astronomi. Sidangnya sendiri akan berlangsung tertutup.



Jauh hari sebelum sidang ini, Muhammadiyah yang menggunakan hisab (perhitungan astronomi) sudah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Jumat besok. Dalam hisabnya, Muhammadiyah berpegang pada wujudul hilal, yang berarti hanya berapapun ketinggian hilal, terlihat atau tidak saat dihisab, asal posisinya sudah di atas ufuk saat mata hari terbenam, maka besok sudah masuk tanggal 1. 



Dan dari hasil hisabnya, ketinggian hilal saat mata hari terbenam sore nanti sudah di atas 2,5 derajat. Sedangkan NU yang menggunakan metoda rukiyatul hilal (melihat hilal). Makanya, NU menunggu hasil itsbat nanti malam.



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin belum bisa berkata pasti mengenai kapan hari lebaran ini. Dalam beberapa kali kesempatan, dia selalu menjawab diplomatis bahwa ada kemungkinan lebaran jatuh pada hari yang sama, juga ada kemungkinan akan berbeda.



"Dari sisi kemungkinan beda itu ada, tetapi untuk disamakan juga besar peluangnya. Kami berharap semua satu pandangan menentukan hilal itu terlihat seperti apa. Tapi kalau perbedaan itu tidak bisa samakan, kita harus berjiwa besar untuk menghargainya," kata Lukman.



Sikaf lebih berani ditampilkan Wapres Jusuf Kalla. Berdasarkan hitungan yang ada, JK, sapaan Jusuf Kalla, yakin Lebaran tahun ini akan bareng-bareng. 



"Mudah-mudahan besok tidak berbeda. Karena menurut perhitungan hisab, hilal besok lebih dari dua derajat," ucap JK di Kantor Wapres, kemarin.



Pada kriteria imkanur rukyat (kemungkinan hilal terlihat) yang dipegang pemerintah selama ini, posisi minimal bulan bisa dihisab (terlihat) adalah 2 derajat. Jika hasil hisab sudah di atas 2 derajat, hilal tersebut sudah pasti bisa dilihat oleh tim pemantau.



JK sebenarnya tak membeda-bedakan metoda yang digunakan Muhammadiyah, NU, dan pemerintah. Menurutnya, baik wujudul hilal, imkanur rukyat, maupun rukyatul hilal, sama baiknya. Apalagi, semuanya juga berdasarkan perhitungan ilmiah.



Dengan dasar hitungan tadi, JK yakin lebaran akan sama. Karena, dengan posisi di atas 2 derat, hilal tersebut sudah pasti akan terlihat. 



"Allah mengharuskan kita menuntut ilmu, agar tak cuma bisa lihat dengan mata. Jadi saya yakin pemerintah besok tak berbeda," jelasnya.



Kasubdit Hisab Rukyat Kementerian Agama Nur Khazin membenarkan ucapan JK. Hasil hisabnya bahkan menunjukkan posisi hilal pada saat mata hari terbenam nanti berada pada ketinggian 3 derajat. 



"Itu sudah melebihi batas imkanur rukyat, atau batas minimal kemungkinan terlihatnya hilal," ucapnya.[rmol/dem]