Pedagang Batam Untung Besar Efek Harga Daging Dinaikkan
BATAM - Sehari menjelang hari Raya Idul Fitri, pasar tradisional di Batam dipadati para pembeli. Mereka menyerbu pedagang daging, meskipun harganya melambung hingga Rp140 ribu perkilogramnya.
“Kalau lebaran (Idul Fitri) tak ada daging, kurang lengkap. Berapapun harganya pasti dibeli, paling jumlahnya saja yang dikurangi,” ungkap Yulianawati, warga bengkong yang belanja di Pasar Tos 3000 Jodoh.
Biasanya Yulianawati membeli daging sapi hingga 2 hingga 3 kilogram, tahun ini hanya membeli 1,5 kilogram saja. “Yang penting ada, syarat saja,” katanya lagi.
Karena lanjut Yulianawati, kebutuhan dapur tak hanya sekedar daging dan makanan lebaran saja. “Banyak yang harus dibeli, bumbunya, ayamnya, beras, minyak dan lainnya. Itu belum termasuk baju,” katanya usai berdesakan di pasar. Karenanya Yulianawati harus pandai mengatur keuangan, agar seluruh kebutuhannya bisa terpenuhi.
“Disesuaikan dengan kantong bapaknya,” ungkapnya sambil tersenyum.
Bila pembeli menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR), pedagang daging mengais rezeki. Sehari menjelang Idul Fitri, salah satu Pedagang Daging Sapi Segar di Pasar Tos 3000, Lubukbaja bisa menghabiskan hingga 600 kilogram atau omset Rp84 juta dalam sehari. “Ini saja stoknya masih kurang, tapi dari tempat pemotongannya dibatasi kuotanya,” ungkap Zunaidi pedagang daging segar di Pasar.
Menurut Zunaidi omsetnya meningkat hingga tiga hingga empat kali lipat dari hari biasanya. “Lumayan, pendapatan meningkat. Kalau ramai seperti ini, stok yang ada tersa kurang. Tapi diberikan jatah dalam hari itu terbatas,” ungkapnya lagi.
Bukan penjual daging sapi, penjual ayam juga meraup keuntungan. Saking ramainya pembeli, penjual tak mau memotong ayamnya yang sudah tak ada bulunya itu. “Harus beli satu ekor, tidak ada potongan (tak dipotong kecil),” ancam pedagang. (BP)

