Warga Papua Diminta Jaga Toleransi Beragama

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 18 Juli 2015 09:45 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 842 kali ditampilkan

Pengurus Pusat Muhammadiyah meminta umat Islam menahan diri terkait dengan kasus pembakaran dan penyerangan yang dialami jamaah saat melakukan salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, Jumat 17 Juli 2015 sekira pukul 07.00 WIB. Muhammadiyah juga menganjurkan agar warga Papua menjaga toleransi antar-umat beragama.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Okezone, Jumat (17/7/2015) mengatakan, massa yang menyerang umat Islam ketika sedang melaksanakan salat Idul Fitri dan diikuti dengan pembakaran masjid, telah mencederai semangat toleransi antar-umat beragama di Indonesia.

Idul Fitri, menurutnya, merupakan hari suci bagi umat Islam merayakan kemenangan atas perlawanan hawa nafsu selama sebulan penuh, dan berusaha memaknai fitrah manusia yang saling menghormati antar-sesama manusia. Namun, sekelompok massa justru merusak kesucian hari fitri tersebut.

“Pertama, kami mendesak aparatur hukum khususnya kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku penyerangan terhadap umat Islam ketika melaksanakan salat Idul Fitri di Tolikara, Papua,” kata Dahnil.

Kedua, Muhammadiyah menghimbau kepada umat Islam seluruh Indonesia agar menahan diri untuk tidak melakukan tindakan pembalasan yang anarkis. Dan, masalah ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menangkap dan menghukum pelaku penyerangan dan Pembakaran Masjid di Tolikara, Papua.

“Ketiga, kami meminta umat beragama di Papua dan seluruh Indonesia untuk menjaga toleransi umat beragama,” tutupnya. (OKZ)