Ketua Remaja Masjid Agung Batam: Pembinaan Agama yang Intensif Untuk Atasi Kriminal Saat Ini
BATAM - Dunia kejahatan di Batam akhir-akhir ini seakan-akan membuktikan bahwa cerita kejahatan bisajadi milik semua kalangan. Tak terkecuali anak-anak yang berusia sangat belia, belum genap sebulan kasus penemuan mayat gadis muda berusia 15 tahun yang dibakar pacarnya yang juga masih sangat muda. Lalu pada 21 juli lalu, Batam dibuat heboh dengan dibekuknya 7 orang pelaku penjambretan dimana 4 pelakunya masih berusia dibawah 17 tahun.
Ketua Remaja Masjid Agung Batam, Didik mengatakan banyak hal yang menjadi penyebab remaja menjadi pelaku kejahatan. “salah satunya adalah kurangnya pembinaan keagamaan. Hal ini sangat penting karena agama merupakan kontrol dari segala hal.”
Mengenai langkah yang harus dilakukan, Didik juga menambahkan pendidikan agama secara intensif didalam maupun diluar sekolah adalah sangat penting. Selain itu peran lingkungan sekitar juga dibutuhkan “jadi seharusnya remaja diberi bimbingan kegiatan keagamaan yang intensif, diluar dari pelajaran yang telah diberikan di sekolah. Tentu hal ini butuh dukungan yang nyata dari lingkungan masyarakat dan juga pemerintah.”
Didik juga menambahkan bahwa slogan yang disematkan kepada Batam sebagai Bandar Dunia Madani selayaknya beriringan dengan prilaku masyarakat. “Madani itu sendiri didalamnya termasuk remaja,”ujar Didik.
Ketika ditanya bagaimana sumbangsih orang tua dan lingkungan dalam menciptakan prilaku remaja, Didik juga mengatakan kepedulian orang tua dan lingkungan harus juga dilengkapi dengan nilai keagamaan “karena orang tua dan lingkungan tidak peduli terhadap kualitas keagamaan, maka terjadilah,” dan mengenai langkah konkrit didik hanya mengatakan”pembinaan keagamaan” demikian yang dikatakan Ketua Remaja Masjid Agung Batam.

