Politisi PDIP: Pelajaran Agama Harus Dihapus
Ditengah makin memprihatinkannya moral bangsa terutama generasi muda. Politikus PDIP sekaligus eksekutif Megawati Institute jutru mengeluarkann pernyataan yang kontra produktif. Musda Muslia justru mengajukan agar pelajaran agama dihapuskan.
Ia mengakui hal ini diperlukan untuk meningkatkan nilai toleransi antar beragama di Indonesia. Hal ini ia akui terinspirasi dari singapura dan Australia. Sejak PM Lee Kuan Yew ditetapkan bahwa agama urusan pribadi, bukan urusan sekolah atau negara.
Keputusan itu diambil karena Lee Kuan Yew melihat pengajaran agama justru menimbulkan perpecahan dan konflik, bukan perdamaian,” ungkap Musdah.
Ia juga menegaskan bahwa agama seakan tak mempunyai fungsi apa-apa dan tidak memiliki kontribusi dalam memperbaiki keadaan negara “Bahkan, ada Kementrian Agama yang memiliki jutaan pegawai di bidang agama, puluhan ribu sekolah agama, ratusan ribu rumah ibadah, triliunan rupiah untuk pembangunan bidang agama. Namun hasilnya? Indonesia masuk negara terkorup di dunia, bahkan korupsi pun marak di Kementerian Agama,” jelas Musdah.
Musda Muslia selama ini dikenal sebagai tokoh wanita yang sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontrofersial teruta hal-hal yang berhubungan dengan agama. Ia juga pernah menyuarakan pelegalan LGBT di Indonesia. Beberapa aktifis bahkan telah mengecap Siti Musda Mulia sebagai tokoh Jaringan Islam Liberal garis keras yang bertujuan untuk mereliberalisasi Islam di Indonesia.

