KMP dan KIH Bersatu di Pilkada Kepri
TANJUNGPINANG - Partai-partai koalisi pada Pilpres yang lalu tampaknya tidak berkoalisi lagi dan memilih bersatu sesuai kepentingan yang ada di daerah. Di Kepulauan Riau, pada Pilgub Kepri yang bakal diikuti dua pasang calon justru didukung oleh masing-masing parpol yang berbeda arah pada Pilpres.
Pasangan H. M Soeryo Respationo - Ansar Ahmad misalnya yang didukung oleh PDI P, Hanura, Golkar, PAN dan PKS. Sementara itu pasangan H. M Sani dan Nurdin Basirun juga didukung oleh Demokrat, NasDem, PKB, PPP dan Gerindra.
Soeryo Respationo yang merupakan petugas partai PDI P berkoalisi dengan PAN, Golkar dan PKS pada Pilpres yang lalu malah tiga partai ini berseberangan dengan PDIP. Sebaliknya parpol yang mengusung H. M Sani - Nurdin Basirun yang didukung Demokrat dimana NasDem, PKB, PPP yang sebenarnya berseberangan dengan koalisi merah putih.
Ketua DPW PKS Abdul Rahman, Lc ketika ditanya hal ini beberapa waktu silam mengatakan di pusat merestui hal ini terjadi karena kondisi perpolitikan tingkat daerah itu berbeda dengan pusat.
"Ya kita direkomendasikan boleh," kata AbdulRahman, Lc.
Memiliki Visi yang Sama
Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri menyatakan pasangan Muhammad Sani dan Nurdin Basirun (Sanur) sudah mendapatkan dukungan dari lima partai politik.
"Pasangan Muhammad Sani dan Nurdin Basirun diusung lima parpol yang memiliki kesamaan visi, misi, dan semangat pembangunan. Partai Demokrat, Partai Gerindra, PKB, PPP, dan Partai Nasdem," kata Ketua Tim Pemenangan Muhammad Sani-Nurdin Basirun, Ahars Sulaiman usai deklarasi di Batam, Minggu.
Muhammad Sani saat ini masih menjabat Gubernur Kepri sementara Nurdin Basirun menjabat Bupati Karimun.
Menurut Ahars, pasangan tersebut bertekad melangkah bersama untuk meneruskan pembangunan Kepri. Kondisi dan tantangan pembangunan yang dihadapi Kepri saat ini seperti, salah satunya, konektivitas antar wilayah yang terpisahkan oleh perairan, menjadi panggilan keduanya untuk bersatu.
Soerya-Ansar Optimis Menang
Pasangan Soerya-Ansar sudah mengantongi restu resmi dari masing-masing dewan pimpinan pusat lima partai politik untuk melaju di Pilkada Kepri. Dukungan lima partai besar ke Soerya-Ansar mengindikasikan hanya dua pasangan yang akan bertarung di Pilkada Kepri, berdasarkan syarat KPU.
Sebanyak lima partai politik dipastikan mendukung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Soerya Respationo dan Ansar Ahmad dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau 2015.
"Dengan begitu lima partai akan mengusung Soerya-Ansar dalam Pemilihan Gubernur Kepri, yaitu PDIP sendiri, Partai Hanura, PAN, PKS dan Partai Golkar," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Soerya Respationo di Batam Kepri, Minggu.
KPU menyaratkan untuk maju dalam Pilkada, pasangan calon harus didukung sedikitnya 20 persen kursi dalam DPRD. Dan di DPRD Kepri terdapat 45 kursi, artinya tiap pasangan harus diusung minimal sembilan kursi dalam DPRD.
Dari lima partai itu, pasangan Soerya-Ansar mengumpulkan dukungan 28 kursi DPRD Kepri dan menyisakan 17 kursi lagi.
"Artinya hanya akan ada dua pasangan calon gubernur, tidak mungkin tiga pasangan, jumlah kursinya akan kurang," kata dia.
"Akan 'head to head'. Lawan kita hanya satu," kata Soerya dalam orasinya.
Menurut dia, dibanding pesaingnya, pasangan Soerya-Ansar sangat unggul dan akan memenangi Pilkada.
"Mau dihitung pakai kalkulator atau batu, kita menang," kata dia.
Ia meminta seluruh elemen partai pendukung untuk bersatu memenangkan pasangan Soerya-Ansar.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Partai Golkar Kepri Asmin Patros memastikan dua kubu Partai Golkar, versi Munas Bali dan Ancol sepakat mengusung Soerya Respationo dan Ansar Ahmad dalam Pilkada Kepri.

