Syahrial: Banyak Potensi PAD yang Bisa Tergarap

Diterbitkan oleh pada Rabu, 29 Juli 2015 15:15 WIB dengan kategori Profil dan sudah 1.123 kali ditampilkan

Syahrial SE, bukan orang baru dalam perpolitikan di Tajungpinang. Pada tahun 2003, Ia bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN), bahkan sempat menjadi Sekretaris DPD PAN Kota Tanjungpinang. Pada tahun 2007, mantan direksi PT Pembangunan Kepri yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepri ini pernah dicalonkan menjadi Wali Kota Tanjungpinang. Hanya saat itu, langkahnya kandas bersama Partai Koalisi Madani yang mengusung saat itu. Pada 2010, Sayhrial hijrah. Hingga kini di PDI Perjuangan, Syahrial masih dipercayai menduduki jabaan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang bidang Organisasi dan Keanggotaan.

 

Pada Pemilu 2014, Sayhrial pun diberi kesempatan unutk menjadi calon legislatif dari PDI Perjuangan. Ia dicalonkan partai untuk daerah pemilihan Tanjungpinang Timur dengan nomor urut dua. Hasilnya memuaskan, Syahrial memperoleh suara pribadi 985 suara dan otomatis mengantarkannya ke kursi DPRD Kota Tanjungpinang.

 

Pria dengan latar belakang pendidikan ekonomi ini sudah mempunyai pengalaman yang tidak sedikit terkait manajemen keuangan. Tentu potensi yang bisa menghasilkan penghasilan bagi daerah pun sudah ada dalam benaknya. Untuk itu Ia juga akan memberikan masukan dan pandangan kepada pemerintah, sumber apa yang digarap. Dalam pandangannya , potensi yang masih bisa digarap untuk menambah pundi-pundi penghasilan asli daerah masih banyak. Salah satunya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seharusnya sudah ikut memberikan sumbangan pendapatan asli daerah.

 

Hany disayangkan, selama beberapa tahun berdiri, sepeserpun belum memberikan pemasukan untuk daerah. Padahal dana yang digelontorkan sudah cukup besar, yakni mencapai Rp3,9 miliar. Menurut Syahrial, mereka yang ditetapkan menjadi pengelola BUMD harus orang-orang terpilih yang menguasai serta mempunyai jam terbang yang cukup. 

 

"Coba, aklau dana sebesar itu diberikan kepada pengusaha yang mampu mengelola, pasti sudah memberikan bagi hasil," terang Sayhrial.

 

Selain itu juga sektor kelautan juga, dikatakan Syahrial, merupakan otensi PAD yang belum tergarap dengan baik. Padahal, Tanjungpinang yang dikelilingi laut, tentu memiliki potensi besar. Di sisi lain tak kalah penting, dikatakannya perekonomian masyarakat menengah ke bawah juga perlu diperhatikan. Usaha-usaha kecil menengah yang dilakukan masyarakat harus didukung, meski tetap juga penataan tettap dilakukan.