Masyarakat Diminta Pilih Cakada yang Bebas Korupsi
Posko Relawan Rakyat (Posraya) Indonesia mendukung bakal calon kepala daerah yang bersih dari praktik korupsi. Ketum Posraya, Jefry Gunawan mengatakan, pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015 nanti, bertepatan pula dengan Hari Anti Korupsi Internasional. Sehingga, sudah sepatutnya mendukung pasangan calon yang bebas korupsi.
"Korupsi adalah musuh bersama, tidak sepantasnya maju mencalonkan diri bila terindikasi korupsi," ujarnya kepada redaksi di Jakarta, Jumat (31/7).
Dia menjelaskan, bila masih ada calon kepala daerah yang terindikasi korup maka perubahan akan semakin jauh dari harapan. Posraya menyerukan kepada masyarakat pemilih untuk turut memperhatikan rekam jejak pasangan calon di daerahnya masing-masing.
Menurut Jefry, tahun 2014 lalu nilai korupsi tercatat menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 5,3 triliun. Jumlah tersebut meilbatkan ribuan orang yang ditetapkan menjadi tersangka, termasuk diantaranya kepala daerah.
"Korupsi bila dibiarkan akan menjadi duri dalam daging, perubahan mutlak harus dikedepankan. Bangsa ini harus merubah pola dengan langkah memilih calon yang bersih," jelasnya.
Disamping itu, Jefry menilai masyarakat sudah kian cerdas dalam menentukan pilihannya. Wajib membela calon yang bebas korupsi sebagai patokan awal dan jangan malu menyatakan diri mendukung.
"Bijak dalam menentukan juga menjadi tolak ukur. Pemimpin yang bersih tentunya menjadi masyarakat sebagai sandarannya. Masak di Hari Anti Korupsi kita memilih calon yang terindikasi korupsi," tegasnya. [RMOL/sam]

