Kembalikan Budaya Goro, Ratusan Pegawai Lingga Bersihkan Lapangan Sultan Mahmud
LINGGA - Dalam rangka menyambut HUT RI ke 70, yang akan dilaksanakan di lapangan bola Sultan Mahmud Riayat Syah, Daik Lingga. Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dijajaran pemerintahan Kabupaten Lingga lakukan kerja bakti Gotong Royong bersama di lapangan tersebut, Kamis (6/8).
Pantauan dilapangan, sejak pukul 09.00WIB, Ratusan PNS ini, terlihat sudah bawa alat masing-masing dan berkumpul di lapangan bola Daik Lingga, lalu langsung mengambil lokasi, sesuai dengan SKPDnya. Secara bergantian memotong rumput menggunakan mesin pemotong rumput, para PNS ini terlihat semangat bekerjanya.
Wandi, salah satu pegawai yang ikut dalam bergotong royong menuturkan, gotong royong yang dilaksanakan sangat baik untuk membangun kebersamaan diantara pegawai.
" Memang kita akui, kegiatan ini dilaksanakan dikarenakan Kabupaten Lingga, mengalami devisit. Tetapi hal ini sebetulnya sangat baik, karena dengan bergotong royong kebersamaan itu lebih terlihat," katanya.
Dia juga menjelaskan, Kabupaten Lingga, sebagai Bunda Tanah Melayu, dimana rasa kekeluargaan yang tinggi, gotong royong adalah salah satu budaya yang harus dipertahankan." Selama ini budaya ini sudah hampir hilang," kata Sutarman.
Namun disisi lain, tidak semua pegawai yang suka dengan gotong royong tersebut, dimana menurut pandangan mereka gotong rotong yang dilaksanakan tidak bukan karena ide pemerintah, tetapi karena keadaan Kabupaten Lingga.
" Kalau keadaan keuangan Kabupaten Lingga, sedang tidak ada masalah, dan pemerintah meminta agar gotong royong dilaksanakan ini baru namanya kegiatan yang baik," kata pegawai yang tidak mau namanya diberitakan.
Dia menuturkan, seharusnya selama ini gotong royong tersebut harus dibangun, jangan hanya disaat-saat keadaan keuangan carut-marut gotong royong dilaksanakan." Kalau seperti ini kepadaannya, masyarakat bisa menilai pemerintah tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya," katanya lagi.
Dia juga mengatakan, dengan gotong royong yang terlihat dadakan tersebut menjadi pertanyaan besar dimasyarakat." Bahkan bisa saja menimbulkan ketakutan besar ditengah-tengah masyakat, pasalnya selama ini Masyarakat Lingga, sudah mengetahui Kabupaten Lingga, memiliki utang yang terjadi tahun 2014 sebesar Rp 134 Miliar, bahkan untuk APBD Murni Lingga tahun 2015, masih mengalami devisit 40 Miliar lagi," tutupnya.

