Harga Karet Murah, Petani Jauh Dari Sejahtera

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 8 Agustus 2015 18:29 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.256 kali ditampilkan

KARIMUN - Para petani karet di Pulau Kundur sulit untuk sejahtera. Pasalnya, hasil karet dari petani tidak memiliki nilai tawar tinggi.

 

Petani karet mengeluhkan harga jual karet yang terus menurun. Penurunan harga ini terjadi turun hingga Rp6.000/Kg, sebelumnya sempat mencapai angka Rp. 8.500/Kg. Kondisi ini membuat para petani makin kesulitan ditengah kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

"Kami mau makan apalagi Pak, kalau harga karet terus turun seperti ini. Harga bensin aja dengan harga jual karet lebih mahal harga bensin," ungkap Herman petani karet asal Kundur, Sabtu (8/8).

Pendapatan setiap kali jual hasil sadapan karet sudah mulai tak menentu, karena tergantung cuaca jika musim panas maka dalam waktu 10 hari baru dijual. Kalau sudah masuk musin hujan, hasil sadapan terpaksa harus menunggu dua atau tiga minggu seberat 50 kilogram.

"Saat ini kalau berat segitu masih belum ada apa-apanya kalau harga yang sekarang ini. Paling cuma dapat Rp.250.000 sekali jual mau makan apa kami pak," ungak Herman.

Akibat turunnya harga karet para petani mulai mebabat kebun karet mereka. Dan menggantinya dengan tanaman komoditi pertanian lainnya. 

"Kalau harga tak juga diatasi pemerintah, maka akan banyak lagi kebun yang gundul dan banjir akan jadi ancaman bagi kami disini. Kami mengharapkan pemerintah harus turun tangan," tutur Herman.