Nyat Kadir: Masalah Lahan di Batam Selesai Tahun Ini
Kadir mengatakan perlunya segera menyelesaikan masalah status lahan agar investasi Batam terutama di area baru seperi Rempang dan Galang segera dapat diwujudkan,”lahan Batam mulai menipis, tapi pengusaha asing kian tertarik dengan Batam dan ingin mengembangkan usahanya di Batam. Jadi persoalan status lahan di Batam harus segera diselesaikan,” Ujar Kadir.
Sejauh ini persoalan lahan diakui mejadi masalah utama dalam pertumbuhan investasi dikawasan FTZ BBK (Batam, Bintan Karimun). Wakil BP Batam, Jon Arizal mengatakan masalah status lahan sering menjadi konflik yang mengemuka. Namun selain masalah status lahan, ada masalah lain yang turut menghambat laju pertumbuhan investasi khususnya di Kota Batam. Seperti masalah regulasi, Dualisme Kepemimpinan, sulitnya mengurus perizinan dan masalah infraztruktur.
Selain itu Jon juga mengatakan banyak lahan yang sudah ditetapkan Kemenhut sebagai hutan lindung kini justru telah dikembangkan sebagai lahan industri, Perumahan atau pelabuhan kontainer seperti pelabuuhan Tanjung Sauh.

