23 Capim KPK Diragukan Integritas dan Kualitasnya
Koodinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri mengatakan, ICW dan jaringannya telah melakukan investigasi dan pelacakan terhadap para capim KPK selama dua pekan terakhir. "Kami lakukan tracking sejak 26 Juli kemarin, di berbagai wilayah. Dari hasil tracking kami temukan banyak capim KPK yang integritasnya diragukan," katanya dalam penyerahan hasil penelusuran ICW ke Pansel Capim KPK di Jakarta, kemarin.
Dia menerangkan, ada tiga indikator yang menjadi bahan penilaian ICW, yaitu integritas, kualitas dan administrasi. Dari hasil penelusuran, beberapa persoalan yang menjadi sorotan di antaranya adanya calon yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, plagiatisme dalam membuat makalah ilmiah, ketimpangan aset yang dimiliki dengan penghasilan yang diterima, serta adanya dugaan calon yang berafiliasi dengan parpol.
"Persoalan yang ada misalnya, ada calon menyuruh bawahannya menyalahgunakan wewenang, terus ada dosen yang melakukan plagiat. Ada pola keuangan kandidat yang asetnya kalau dibandingkan dengan pendapatannya cukup tinggi," ungkapnya.
Dalam investigasi tersebut juga ditemukan nama-nama capim KPK yangmemiliki masalah pada kehidupan sosial, berafiliasi pada partai politik, hingga memiliki background intelijen. "Kehidupan para capim KPK juga ada yang bermasalah seperti diduga punya dua istri atau teman wanita. Ada capim yang memiliki background politik pernah mencaleg atau bekas anggota DPRD, serta intelijen," ujar Febri.
Namun demikian, dia mengakui banyaknya informasi yang belum dapat dihimpun, lantaran sumber daya manusia di ICW tidak cukup banyak. "Memang dalam melakukan tracking, dibutuhkan 3 orang untuk 1 calon. Tetapi karena kurang orang, kita baru bisa menyerahkan kepada pihak Pansel KPK hanya 23 calon," katanya.
Febri menambahkan, adanya penelusuran rekam jejak ini akan menghasilkan pimpinan KPK yang berintegritas dan berkualitas. "Intinya, kita memberikan masukan kepada Pansel KPK. Kan tidak hanya dari kita, ada dari BPK dan PPATK.Kami hanya membantu," tandasnya.
Sementara itu, juru Bicara Pansel KPK, Betty Alisjahbana mengatakan,23 nama yang dilaporkan ICW itu telah dikantongi oleh Tim Pansel. Namun untuk mengambil keputusan, Pansel akan mempertimbangkan seluruh laporan yang diterima. "23 yang disampaikan ICW ini memang diduga bermasalah," katanya.
Dia menjelaskan, Tim Pansel akan menggunakan setiap data yang diberikan oleh seluruh lapisan masyarakat serta lembaga lainnya untuk menentukan capim yang layak menjadi pimpinan KPK di masa depan. "Ini akan menjadi pertimbangan kami sebelum hasil keputusan akhir nanti," ujarnya.
Betty menjelaskan, dalam proses penelusuran rekam jejak Capim KPKini, Pansel juga telah bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti Polri, Kejaksaan Agung, PPATK, Ditjen Pajak, dan BIN.
Sementara itu, Mabes Polri menilai seluruh berkas calon pimpinan KPK bersih dan tidak ditemukan masalah. "Clean and clear sama sekali tidak pernah ada masalah," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Budi Waseso di sela-sela penyerahan berkas ke Pansel KPK.
Karena itu, kata Buwas, bila kemudian calon tersebut terpilih menjadi pimpinan KPK, maka tidak dibenarkan ada diskriminasi atau pun menelisik masalah kejahatannya.(RMOL)

