Anggaran Pembangunan Jembatan Dompak Defisit Rp18 Miliar

Diterbitkan oleh pada Kamis, 13 Agustus 2015 23:05 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.773 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Anggaran pembangun jembatan penghubungan Pulau Dompak dengan pusat perkotaan Tanjungpinang defisit Rp18 miliar akibat pengurangan dana bagi hasil tahun ini.


"Nilai kontrak pembangunan jembatan I Dompak Rp312 miliar, mengalami defisit Rp18 miliar," kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut Rodi Yantari saat mendampingi Gubernur Kepri HM Sani meninjau lokasi pembangunan jembatan di Dompak, Rabu.

Dia mengatakan bila tidak dilakukan penambahan anggaran, maka pemerintah tidak bisa membayar sesuai dengan kesepakatan dengan PT Wika.

"Kami bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri dalam menangani pekerjaan itu. Mudah-mudahan tidak ada masalah, sampai selesainya pekerjaan," ujar Rodi.

Menyikapi kondisi yang terjadi, Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan kekurangan anggaran pembangunan jembatan penghubung Dompak dengan Tanjungpinang tersebut akan dibahas pada APBD Perubahan 2015.

"Mengenai defisit anggaran yang terjadi,  akan dibahas oleh Biro Pembangunan dengan Badan Perencanaan Pembanguan Daerah Kepri. Karena ini merupakan kegiatan penting yang harus diselesaikan," ujarnya.

Sani mengatakan sesuai janjinya, ia sudah menjalankan mobil di atas Jembatan I Dompak, meskipun masih separuh jalan. Dia yakin Jembatan I Dompak akan menjadi sejarah baru bagi perkembangan Tanjungpinang. 

"Cita-cita saya, ternyata dikabulkan Allah, walaupun jembatan belum rampung, sekarang kita sudah berada di sini, sebagian mimpi kita sudah terwujud," ujarnya. 

Sementara itu Pimpro PT Wijaya Karya (Wika) Adi Prayanto mengatakan penyelesaian pekerjaan sudah menembus 70 persen. Jika tidak ada halangan, November 2015 sudah selesai dikerjakan.

Penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan tinggal sekitar 480 meter lagi. Pihak perusahaan optimistis, waktu yang tersisa ini bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan rencana kerja yang dibuat. 

"Memang libur lebaran hampir tiga minggu. Tapi kami yakin, pekerjaan tetap selesai. Kami sudah menambah alat maupun tenaga kerja," katanya. (antara)