Kepal Sukses Kibarkan Merah Putih Di Bawah Laut Benan
LINGGA - Kegiatan ini merupakan implementasi anak-anak muda kabupaten Lingga dalam memberikan makna kemerdekaan dan mendukung mengembalikan kejayaan maritim di Indonesia. Meski di penghujung musim laut selatan dengan gelombang tinggi serta arus deras, tak menyurutkan niat komunitas di Lingga melaksanakan pengibaran bendera di bawah laut untuk pertama kalinya. Sedikitnya, 12 anggota BSL ikut dalam kegiatan ini.
Sukses Kibarkan Merah Putih Di Bawah Laut Benan.
LINGGA - Gabungan komunitas yang ada diKabupaten Lingga, sukses kibarkan bendera merah putih di bawah laut desa wisata bahari pulau Benan, dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 70 Tahun.
Putra, koordinator kegiatan mengatakan, terlaksananya kegiatan berkat kerjasama antar komunitas yang ada di Lingga. Lewat kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari di desa wisata Pulau Benan, Komunitas Pecinta Alam Lingga (KePAL), Balai Selam Lingga (BSL), Rumah Pohon dan Rumah Hutan, mendapat respon positif dari warga desa Benan.
"Allhamdulillah kegiatan gabungan komunitas berjalan lancar. Kita berhasil mengibarkan bendera di bawah laut. Ini memang mimpi kita, melanjutkan mimpi Indonesia, di lautan kita jaya," ungkap Putra kepada Batam Pos, di sela upacara bawah laut Benan berlangsung, Senin (17/8) pagi.
Kegiatan ini terang Putra, adalah pengibaran merah putih di bawah laut pertama kalinya di kabupaten Lingga. Rasa kebersamaan komunitas yang ingin memaknai dan memberikan sumbangsih kreatifitas, serta meperkenalkan desa Benan, menjadi alasan kuat terlaksananya kegiatan ini.
"Persiapan kita lebih kurang satu bulan. Di sini (red Benan), agenda kita selama tiga hari. Mulai dari tanggal 15 Agustus sampai acara puncak, pengibaran bendera di bawah laut," tambahnya.
Dikatakan Putra, selain kegiatan selam tersebut, agenda di pulau Benan di mulai dengan kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan siswa-siswi. Mulai dari SD, SMP hingga SMA. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan gotong royong bersama warga Benan. Ada juga penanaman pohon langka yakni jenis kayu kapur dan bakaw serta pencangkokan karang dan di puncak kegiatan yakni pengibaran Bendera.
"Sasaran kegiatan edukasi lingkungan memang kepada anak-anak Benan. Kita berupaya menanamkan hal ini sejak dini. Responnya luar biasa. Tak kurang 100 orang yang hadir," jelas Putra.
Sementara itu, Ferdy, salah seorang anggota BSL mengatakan, BSL merupakan komunitas baru yang ada di Lingga. Moment 17 an tersebut, dikatakannya juga dilangsungkan pengukuhan komunitas yang berlangsung pada pukul 00.45 WIB, di desa wisata pulau Benan.
"96 persen kabupaten Lingga adalah lautan. Jadi sayang sekali kalau laut yang begitu besar dan masih alami ini, tidak maknai dengan hal-hal positif," ungkap Ferdy.
Sementara itu, sekdes desa Benan, Salim mengatakan, sangat berterimakasih kepada komunitas Lingga yang telah melaksanakan kegatan di Benan. Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat berjalan terus menerus.
"Kami atas nama warga Benan, sangat senang dan berterimakasih kepada kawan-kawan komunitas. Adanya kegiatan ini, semakin membesarkan dan memperkenalkan Benan lebih luas sebagai desa wisata bahari dan pintu depan wisata bahari Lingga," tutup Salim.

