Debat Cabup dan Wabup Lingga Masih Dipelajari Pelaksanaannya Oleh KPU

Diterbitkan oleh pada Jumat, 21 Agustus 2015 14:41 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 994 kali ditampilkan

LINGGA - Debat para calon Bupati dan Wakil Bupati Lingga yang akan bertarung pada 9 Desember mendatang, dirindukan seluruh lapisan masyarakat yang ada di Lingga. Karena masyarakat di Lingga ingin tau dan terlihat jelas seperti apa rencana dan visi misi antara para calon yang maju untuk memimpin Kabupaten Lingga kedepannya.

 

" Kita rindukan KPU Lingga mengadakan debat calon, agar terlihat jelas apa rencana dan visi misi para calon tersebut," kata sekelompok pemuda Daik Lingga, yang terus mengawal perkembangan Kabupaten Lingga.

Pemuda Daik Lingga, juga menilai memimpin Lingga, tidak bisa hanya dengan memamerkan kekayaan, tetapi visi misi yang dimiliki setiap calon juga, harus sesuai dengan marwah Kabupaten Lingga.

" Kita juga ingin tahu, bagaimana mereka mewujudkan visi mereka tersebut. Pasalnya Lingga ini bukan seperti kabupaten/kota yang ada di Kepri," timpal satu pemuda lingga.

Pemuda Lingga, juga mengatakan bahwa memimpin Lingga, tidak segampang yang dipikirkan." Para calon bupati boleh-boleh saja,memiliki visi dan misi yang cemerlang, tetapi belum tentu bisa diterima oleh masyarakat Lingga. Karena masyarakat disini (Lingga_red), sangat menjaga marwah," kata Pemuda Lingga tersebut.

Selain pemuda Lingga, Ketua ormas Gema Lingga, Zuhardi juga menuturkan bahwa debat calon bupati dan wakil bupati perlu dilaksanakan." Kita ingin lihat seberapa kemampuan mereka berdiri diatas panggung dan mengahadapai masyarakat," tegas Zuhardi.

Dia juga mengatakan, yang beredar kabar, bahwa semua calon Bupati dan wakil bupati siap membangun Lingga." Ini yang perlu kita tahu bersama bagaimana cara mereka membangun Lingga. Kita tidak mau hanya janji belaka. Kita juga mau lihat kesiapan para calon menghadapi pertanyaan dari setiap masyarakat Lingga," tegas Zuhardi.

Menurutnya berhadapan langsung dengan masyarakat dan membeberakan visi dan misi mereka, bisa terlihat kesiapan calon tersebut.

" Intinya kalau hanya janji dan visi misi yang cemerlang tanpa diwujudkan, hal tersebut tidak ada artinya. Kita sudah lihat kepeminpinan manta Bupati lama, janji dan visi misinya sangat luar biasa, dimana Lingga berbudaya dan agamis. Tetapi sampai saat ini, kebudayaan dan tempat untuk belajar ilmu agama tidak ada selama 11 tahun ini," kata Zuhardi.

Dia menjelaskan, selama 11 tahun mantan bupati Lingga, memimpin Kabupaten Lingga, tetapi tidak ada satupun sekolah yang berbasis agama dibangun." Ini harus menjadi pembelajaran bagi pemimpin Lingga yang hanya bisanya berjanji," tutup Zuhardi.

Sementara menanggapi hal tersebut, Agussyuriawan, Ketua KPU Lingga, mengatakan mereka sampai saat ini masih mempelajari bagimana caranya melaksanakan debat calon tersebut.

" Yang kita tahu, kalau debat calon tersebut harus melibatkan saluran televisi, agar bisa dilihat semua masyarakat. Apalagi Lingga ini daerah kepulauan, kalau hanya di buat dilapangan terbuka, rasanya kurang maksimal," kata Agussyuriawan yang akrab disapa Iwan tersebut.

Dia juga mengatakan, untuk anggaran sendiri mereka hanya menganggarkan Rp 100-200 juta." Jadi kita lihat dulu apakah anggaran tersebut cukup untuk menyewa satsiun tv," tutup Iwan.