Buruh Terkena Imbas Lemahnya Perekonomian Kabupaten Lingga
LINGGA - Kondisi perekonomian di Kabupaten Lingga saat ini mengalami keterpurukan. Hal tersebut diakibatkan imbas dari defisit yang terjadi ditahun lalu, sehingga banyak kegiatan pemerintah yang tidak berjalan.
Oleh sebab itu, para masyarakat yang ada dilingga juga turut merasakannya. Bukan hanya di lembaga pemerintahan yang sebagian besar kegiatan fisik dan pembangunan, namun dampaknya begitu besar sampai kepada buruh pikul pelabuhan yang bekerja di pelabuhan barang, kampung Cina, Daik Lingga.
"Sekarang makin parah. Kapal tidak masuk setiap hari. Seminggu hanya dua tiga kali. Biasanya sehari kita bisa dapat Rp 150 ribu. Tapi sekarang sekali kapal masuk, paling kita hanya dapat Rp 70 ribu. Itu juga tidak setiap hari," tutur Rudi seorang buruh pikul kepada Terkininews, Minggu (23/8).
Rudi membenarkan, sejak tidak adanya proyek pembangunan, membuat pasokan barang yang datang berkurang. Artinya, pendapatan para buruhpun semakin mengecil.
Kemudian Rudi juga mengakui, selama ini di Lingga, para warga masih sangat-sangat bergantung terhadap keuangan daerah. Karena dari setiap kegiatan dan pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah baik itu berskala besar maupun kecil, membuat para buruh seperti dirinya terbantu.
"Biasanya proyek-proyek daerahlah yang paling banyak. Muatan kapalpun banyak. Tapi tahun ini, sepi," imbuh rudi.
Sehingga, lanjut rudi, Untuk memenuhi kebutuhan hidup, dirinya dan puluhan buruh lainnya terpaksa harus mencari peruntungan lain. Seperti turun ke laut, untuk mencari tambahan keuangan atau lainnya.
"kalau tak gitu gimana kita mau makan nantinya," tambah rudi singkat.
--

