Investor Jepang Tertarik Lakukan Studi Kelayakan Kereta Cepat

Diterbitkan oleh pada Rabu, 26 Agustus 2015 13:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 1.037 kali ditampilkan

Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Prihartono mengatakan investor Jepang mengajukan kepada pemerintah agar dapat melakukan studi kelayakan ulang untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.



Menurut Bambang, permintaan itu diajukan karena Jepang ingin melakukan studi kelayakan (feasibility study) di trase jalur kereta api yang sama seperti yang digunakan oleh investor Tiongkok. "Memang trasenya beda, dia (Jepang) mau ikut trase yang sama dengan Tiongkok," kata Bambang, di Jakarta, Rabu. Bambang mengatakan pemerintah belum memberikan sikap atas permintaan investor Jepang tersebut.


Perbedaan trase dari studi kelayakan Jepang dan Tiongkok ini turut menimbulkan perbedaan panjang rel kereta cepat, dan juga biaya investasi yang dibutuhkan. Sementara, pemerintah menargetkan sudah dapat menentukan mitra antara Jepang atau Tiongkok dalam pembangunan kereta cepat ini pada periode Agustus - September 2015.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil sebelumnya pada 15 Agustus 2015 mengatakan, pemerintah akan menunjuk tim konsultan independen yang beranggotakan pihak dari berbagai negara untuk menguji studi kelayakan dan proposal yang sudah diajukan Jepang dan Tiongkok. Hasil rekomendasi dari konsultan tersebut akan diserahkan kepada tim penilai dari pemerintah. (ANT)