Inilah Tips Investasi di Tengah Rupiah Melemah
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan ke level Rp14.000 per USD. Hal sama juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok bahkan mneyentuh level 4.100.
Perencana Keuangan Mike Rini mengatakan strategi yang diambil dalam kondisi Rupiah dan IHSG yang melemah saat ini tergantung dari tipe jenis investornya. Apakah investor jangka pendek atau investor jangka panjang.
"Trader saham (investor jangka pendek) melakukan jual beli secara simultan untuk keuntungan jangka pendek. Sedangkan investor jangka panjang menunggu pertumbuhan jangka panjang,"ujar Mike.
Dia menjelaskan, untuk investor jangka pendek, mengikuti tren market adalah keharusan ( beli saat IHSG naik, jual saat IHSG turun), disini diperlukan likuiditas dan transaksi frekuensi tinggi untuk profit taking.
"Jadi investor jangka pendek tempatkan dana di instrumen yang likuid (pasar uang), agar dapat ambil kesempatan dengan cepat jika sewaktu-waktu pasar bergerak untuk tujuan profit taking,"jelas Mike.
Menurutnya, investor jangka pendek ini ada dua macam. Pertama konservatif (70 persen pasar uang, 30 persen pendapatan tetap dan saham) dan kedua trader saham (30 persen pasar uang, 70 persen trading).
Sementara itu, untuk investor jangka panjang, 30 persen likuiditas (pasar uang), 70 persen saham fundamental yang bagus (bluechip stock dan deviden stock).(OKZ)

