Anggota DPRD Tanjungpinang Minta Pemko Perhatikan Siswa Tak Mampu
TANJUNGPINANG - Orangtua siswa di Tanjungpinang mulai kebingungan khususnya yang tidak mampu yang tidak memiliki uang untuk membeli seragam sekolah. Ada laporan yang masuk ke anggota DPRD Tanjungpinang Pepy Candra terkait uang seragam yang dikenakan kepada anaknya.
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Pepy Candra meminta pemerintah daerah memiliki perhatian khusus kepada siswa kurang mampu. Jangan karena orangtua tidak memiliki uang, lalu siswa tak bisa sekolah karena alasan seragam sekolah tak terbeli.
Ia mengaku menerima banyak laporan dari orangtua siswa tidak mampu yang dipaksakan membayar seragam sekolah. Bahkan, pihak sekolah tidak memberikan seragam jika tidak membayarnya.
”Terkadang siswa juga dipanggil pihak sekolah mengenai pembayaran uang seragam tersebut. Serta meminta segera dilunasi,” ujarnya kepada media, Sabtu (29/8).
Padahal, kondisi orangtua siswa yang diminta melunasi seragam sekolah terkadang sangat memperihatinkan. Dicontohkannya, siswa anak Tanjungunggat, Kecamatan Bukit Bestari mengalaminya. Keluarga tersebut tidak memiliki mata pencarian tetap sejak ayahnya mengidap penyakit gagal ginjal.
Sang ibu harus menggantikan profesi sang suami mencari nafkah menjadi tukang ojek. Meski sudah bekerja menjadi tukang ojek, penghasilannya tidak cukup dibagi untuk biaya hidup sehari-hari, biaya anak sekolah dan lainnya.(TP)

