Resep Reni Anggota DPRD Tanjungpinang yang Bisa Terpilih Selama Dua Periode

Diterbitkan oleh pada Senin, 31 Agustus 2015 23:27 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 2.320 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Dua periode menjabat, Reni tetap tercatat sebagai anggota dewan termuda di lembaga DPRD Kota Tanjungpinang. Ketika dilantik sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang pada tahun 2009, usianya belum genap 24 tahun.


Kini, untuk periode kedua saat dilantik 1 September 2014, usianya juga belum genap 29 tahun. Meski muda, tapi ia memiliki obsesi yang luar biasa besar, memajukan perekonomian Tanjungpinang. Selain itu, ia juga ingin melihat para perempuan Tanjungpinang menjadi perempuan-perempuan yang maju, berpendidikan, serta mandiri. Sebab dari yang perempuan seperti itu, akan lahir generasi muda Kota Tanjungpinang yang berkualitas, yang suatu saat kelak akan mengantarkan Tanjungpinang ke arah kemajuan dan kesejahteraan.


Penyuka olah raga renang ini memulai kiprahnya di dunia politik tak lepas dari keaktifannya di organisasi. Menginjak usia menjelang 20-an, ia sudah memutuskan terjun ke dalam dunia organisasi dengan bergabung ke Perempuan Indonesia Tionghoa (Pinti) Kota Tanjungpinang. Para pengurus Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Kota Tanjungpinang kemudian tertarik melihat kiprah dara berkulit putih ini. Karenanya, pada tahun 2008, ia pun ditawarkan untuk bergabung dan membangun partai yang didirikan oleh Dr Syahrir itu.


Reni yang senang berorganisasi, kemudian menerima tawaran itu, dengan harapan bahwa ia bisa ikut membantu kerja-kerja partai, sekaligus menambah jam terbangnya dalam dunia organisasi.


Lima tahun menjabat, Reni pun semakin dikenal. Meski masih muda dan seorang perempuan, perannya sebagai anggota dewan ditunjukkannya secara maksimal. Tak jarang, keritikan pedas disampaikannya, ketika melihat satu persoalan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Bahkan, tak jarang pula, Reni turun dan menyambangi masyarakat yang membutuhkan kehadiran anggota dewan di hadapan mereka. Reni datang menemui mereka dan kemudian membantu mencarikan jalan keluar penyelesaiannya.


Tentu saja, peran dan keaktifannya selama menjabat anggota dewan, ternyata dinilai sendiri oleh warga. Akhirnya, pada pemilu 2014, meski dari partai berbeda, ia tetap terpilih dan menjadi srikandi di DPRD Tanjungpinang. Pada Pemilu 2014, Reni maju tidak lagi lewat partai PIB. Sebab, PIB sudah tidak lagi ikut jadi peserta pemilu.


Reni maju lewat kendaraan politik baru, Partai Hanura. Tentu saja, bagi Reni, meski dari partai berbeda, ia tidak sulit mengenalkan diri lagi ke masyarakat yang jadi calon pemilihnya di Kecamatan Bukit Bestari. Alumni SMK Pembangunan Tanjungpinang ini sukses dan terpilih lagi untuk kedua kalinya, dengan perolehan suara pribadinya kali ini mencapai 1.755 suara. Kini, Reni pun kembali menjadi satu dari delapan srikandi yang menghiasi wajah DPRD Tanjungpinang.


Tentu saja, ia mengaku tidak mau mengecewakan konstituennya. Ia bertekad ingin memberikan yang terbaik dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Komunikasi yang intensif dengan para konstituennya, menurut Reni, menjadi bagian dari pekerjaan yang ia lakukan selama menjabat lima tahun kedepan. Turun ke daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Bukit Bestari, menampung dan mendengar aspirasi warga, kemudian mencatatnya dan semaksimal mungkin memperjuangkannya di dewan.


”Saya akan terus berbuat maksimal sesuai aspirasi para pemilih saya,” paparnya. Reni sendiri memiliki obsesi pribadi demi kemajuan Kota Tanjungpinang. (TP)