Warga Batam Alami Dampak Krisis Air Bersih

Diterbitkan oleh pada Senin, 31 Agustus 2015 07:06 WIB dengan kategori Batam dan sudah 1.250 kali ditampilkan

BATAM - Krisis air bersih mulai dirasakan hampir seluruh warga Batam, Kepri. Krisis ini dampak dari mengeringnya sejumlah waduk atau dam. Dam-dam tersebut merupakan dam tadah hujan.

 

Saat ini ada enam dam di Kota Batam, yakni Sei Harapan yang memiliki volume 3.637.000m3, Sei Ladi 9.448.000m3, Baloi (tak berfungsi), Mukakuning 13.147.000m3, Nongsa 724m3, dan Duriangkang 78.560.000 m3.


Keenam dam itu kini terus mengering. Bahkan penyusutan air mencapai 4 meter. Tak heran sejumlah warga di Batam mulai kelimpungan.


Bahkan diantaranya ada yang sudah tak dialiri air bersih hingga seminggu. “Kami di Bengkong Sarmen sudah satu minggu tak ada air bersih mengalir,” ujar seorang warga Bengkong Sarmen, Senin (31/8/2015).


Tidak saja di Bengkong Sarmen yang sudah kerap bermasalah soal aliran air bersihnya, di beberapa lokasi lainnya juga merasakan hal serupa seperti di wilayah Tiban. 


Warga Kecamatan Sekupang ini sudah merasakan dua hari air mati. “Inalillahi wa inailaihi rojiun, telah mati air ATB kami mulai dari tgl. 28 Agustus 2015 s.d. sekarang,” ujar seorang Imam Purwoto, warga Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepri.


Menurut Imam, ia berharap Tuhan memberikannya ketabahan dalam menghadapi cobaan air mati tersebut.


Bahkan, Imam juga menyindir para pejabat yang bertanggungjawab terhadap krisis air ini juga mendapat balasan yang setimpal.


“Semoga direksi beserta oknum-oknum yang bertanggungjawab atas kematian air di wilayah kami mendapatkan balasan yangg setimpal atas perbuatannya,” ujar Imam.


Warga Perumahan Villa Sampurna itu mengatakan, sudah menyiapkan air sebanyak tiga tong besar. “Tapi sekarang sudah mau habis,” kata dia.


Tidak saja di wilayah Sekupang, di Batam Centre, Kecamatan Batam Kota, juga terjadi hal serupa. Warga Kelurahan Belian merasakan tak lagi merasakan air bersih. 


Bahkan mereka harus antre di sebuah tempat untuk mengisi air bersih pada dini hari pukul 02.00 WIB.


“Kami terpaksa antre pukul 02.00 dini hari untuk menunggu air bersih,” ujar seorang warga Kampung Belian.


Macetnya air ini membuat sejumlah aktivitas warga terganggu. Mulai dari kegiatan rumah tangga hingga usaha kini mengalami dampak dari macetnya air bersih tersebut.

(batamnews)