Genap 54 Tahun, Unsyiah Semakin Harus Bisa Mengembangkan Mutu Akademis

Diterbitkan oleh pada Kamis, 3 September 2015 06:59 WIB dengan kategori Pendidikan dan sudah 903 kali ditampilkan

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh genap berusia 54 tahun. Rektor Unsyiah Prof. Samsul Rizal mengingatkan, tantangan dihadapi kampus ke depan makin besar dan beragam, terutama pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).


Meski usianya sudah pada tahap kematangan, Unsyiah dinilai tak boleh berpuas diri. “Tidak ada istilah puncak karier. Institusi ini masih memiliki peluang dan kesempatan yang sangat terbuka untuk terus berkembang,” ujar Samsul pada rapat senat terbuka Dies Natalis 54 Unsyiah di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, baru-baru ini.

Menurutnya, Unsyiah harus terus mengembangkan mutu akademis. Sistem perencanaan dan pengembangan mutu itu didasarkan pada tingkat kemandirian keuangan dan kualitas pengelolaannya.

“Alokasi, efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan menjadi kunci utama dalam pengembangan mutu akademis,” sebutnya.

Samsul juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap setiap perkembangan. “Evaluasi menyeluruh ini juga sangat membantu untuk mengetahui berbagai kekurangan dan ketidaksempurnaan Unsyiah.”

Di hadapan ribuan civitas akademika dan para undangan, Rektor kemudian memaparkan sejumlah raihan Unsyiah.

“Sepuluh program studi Unsyiah telah berakreditasi A yang semuanya merupakan program S-1. Sementara itu, 58 program studi memiliki akreditasi B, yang terdiri dari 30 program studi S-1, dua pendidikan spesialis, 16 Program Studi pascasarjana serta 10 program studi S-3,” ujarnya.

Keberhasilan Unsyiah mendapatkan akreditas A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi terhitung 10 Juli 2015, juga dinilai sebuah prestasi membanggakan. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghormatan kepada semua pihak atas dukunganya,” tukas Samsul.

Di sisi lain ia menyebutkan Unsyiah kini telah memiliki 1.489 tenaga pengajar dengan beragam bidang keilmuan. Di antara mereka, 378 orang atau 25,4 persen merupakan lulusan S-3 atau doktoral di luar negeri, berikutnya 1.044 atau 70 persen lagi bergelar magister (S-2).

“Jumlah tenaga edukatif yang bergelar doktor telah bertambah 28 orang pada tahun ini.”

Selanjutnya jumlah guru besar alias profesor di Unsyiah sudah mencapai 45 orang. “Kami menargetkan Unsyiah memiliki 200 guru besar untuk lima tahun mendatang,” sebutnya.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, berdasarkan indeks Scopus Unsyiah kini tercatat kampus nomor satu di Sumatera. Unsyiah juga termasuk salah satu kampus dengan terbitan jurnal ilmiah internasional terbanyak di Indonesia

"Dengan posisi ini, Unsyiah harus bisa berkontribusi lebih besar lagi, untuk menyelesaikan permasalahan baik dalam skala daerah maupun nasional," ujar Intan.

(okz)