Ahok Usulkan ke Jokowi Agar IPDN Dibubarkan

Diterbitkan oleh pada Jumat, 4 September 2015 20:33 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.991 kali ditampilkan

Secara mendadak Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada pengarahan ratusan pejabat DKI yang baru dilantik hari ini, Jumat (4/9/2015).


"Kemarin saya bilang ke Pak Jokowi, Pak kalau bisa IPDN dibubarkan saja Pak, untuk apa ada sekolah IPDN saya bilang, kalau masuknya juga enggak jelas gimana tes-nya, lulusnya bagaimana," kata Ahok, di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/9/2015), menirukan pembicaraannya dengan Jokowi.

Sikap sentimen Ahok itu bukan tanpa sebab. Dia menjelaskan banyak alumni IPDN di lingkungan Pemprov DKI justru menjadi 'bos kecil' dengan mengumpulkan para alumni lain untuk bermain anggaran.

"Jadi saya bilang Bapak Ibu jangan nilep duit PKL, pura-pura enggak tahu, apalagi jagain alumni IPDN, itu banyak yang kurang baik juga ini. Maunya kumpul-kumpul, ngumpulin duit untuk bisa lapor ke oknum jaksa, takut diperiksa lapor inspektorat. Saya tahu," ujar dia di hadapan ratusan pejabat baru DKI

Menurut Ahok, jika hanya untuk memberi pembekalan sikap kuat sebagai abdi negara saat ini sudah banyak perusahaan swasta yang mumpuni dan melahirkan pegawai berkualitas handal. Terlebih, lanjut dia, masih banyak personel TNI-Polri yang bisa direkrut untuk menjadi PNS DKI.

"Jadi buat apa ada sekolah-sekolah gaya militer-militer seperti itu, swasta juga mampu. Ini mohon maaf aja nih ajudan dari IPDN, dari dulu saya enggak mau pakai ajudan dari IPDN. Dari saya masih menjadi Bupati pun enggak ada, saya enggak mau pakai," ungkap mantan Bupati Belitung Timur itu

"Saya bilang, kalau mau cari ajudan yang jago berantem. Saya enggak mau ajudan dari IPDN. Ya sudah, bubar aja deh. Tapi saya enggak tahu pikiran beliau (Jokowi) apa. Kalau menurut saya IPDN enggak perlu ada," imbuh Ahok lagi.

(rn)