Kereta Cepat Indonesia Akan Digarap China

Diterbitkan oleh pada Jumat, 4 September 2015 06:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 1.416 kali ditampilkan

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution tidak mau melampaui Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kereta cepat (High Speed Train/HST) dengan rute Jakarta-Bandung. Namun, mantan gubernur Bank Indonesia ini mengisyaratkan pemenang kereta cepat adalah China jika mengacu pada bisnis yang ada.


Menurut Darmin, proyek kereta cepat dirancang sebagai kerja sama business to business (B to B), sehingga yang akan maju dalam menggarap kereta cepat adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ke depan untuk pengembangannya nanti, ini akan di desain dan dirancang sebagai kerjasama business to business. Sehingga yang akan maju itu BUMN," papar Darmin di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Namun, Menteri BUMN Rini Sumarmo mengatakan, BUMN hanya akan bekerja sama jika pemenangnya adalah China. Meski demikian, saat dikonfirmasi apakah pemenang tender tersebut China, lantaran Darmin menyinggung peran BUMN dalam pembangunan kereta cepat tersebut, dia pun berkilah.

"Jangan bilang China dong. Saya hanya mengatakan itu, kalian mau tebak-tebak boleh. Saya tidak bisa bilang mengarah ke mana, tapi memang itu pesannya yang bisa dijelaskan," tuturnya.

Selain itu, Darmin menegaskan keputusan Jokowi terkait proyek kereta cepat ini akan selalu didasari bahwa proyek ini tidak akan dibebankan ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), termasuk permintaan garansi dari APBN.

Tercatat, proposal kereta cepat yang dikembangkan China CRH380A membutuhkan investasi USD5,585 miliar atau sekira Rp78 triliun (USD1 = Rp14.000), sedangkan untuk jenis Shinkansen E5 butuh USD6,223 miliar atau sekira Rp87 triliun.

Beberapa bulan lalu, Indonesia-China usai pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden RRC Xi Jinping menyepakati delapan nota kesepahaman.

Salah satu yang disepakati adalah MoU pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung‎. Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dengan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRC di Great Hall of The People, Beijing, China, pada Kamis, 27 Maret 2015.

Terlebih lagi, BUMN konstruksi nasional bersama China membentuk konsorsium bersama terkait studi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk konsorsium BUMN dipimpin oleh PT Wijaya Karya (WIKA), sedangkan dari China dipimpin oleh China Railway.

Anggota konsorsium BUMN untuk kereta cepat Jakarta-Bandung antara lain Jasa Marga, PTPN VIII, INKA, dan LEN Industri.