25% Remaja Korea Selatan Kecanduan Ponsel

Diterbitkan oleh pada Selasa, 8 September 2015 06:30 WIB dengan kategori Liputan Khusus dan sudah 1.015 kali ditampilkan

AKIBAT keterkaitan yang erat dengan telefon seluler (ponsel), anak muda dapat mengidap nomofobia, atau ketakutan tidak memiliki akses telepon seluler. Hal ini dialami pelajar berusia 19 tahun asal Korea Selatan, Emma Yoon (bukan nama sebenarnya). Emma didiagnosa mengalami nomofobia sejak April 2013.


“Ponsel saya menjadi dunia saya. Alat itu menjadi bagian saya. Jantung saya berdegup dan telapak tangan saya berkeringat jika saya berpikir ponsel saya hilang. Jadi saya tidak pernah ke manapun tanpa ponsel,” kata Emma.

 

Orang tua Emma mengatakan kebiasaan putri mereka menggunakan ponsel juga berdampak pada perilaku sosialnya. Dia mulai enggan melakukan hobi dan menarik diri dari aktivitas sekolah.

 

Tingkah Emma menjadi kecenderungan anak-anak muda Korsel. Dalam kajian terhadap hampir 1.000 pelajar, orang yang memakai ponsel sebagai alat media sosial justru akan kecanduan dan menjadikan perangkat tersebut sebagai sarana satu-satunya untuk berkomunikasi dengan manusia. Anak-anak dan remaja yang merasakan gejala ini akan sulit berkomunikasi tanpa ponsel.

 

Dalam sebuah kajian terhadap hampir 1.000 pelajar di Korea Selatan, sekitar 25 persen siswa masuk kategori kecanduan ponsel. Hasil ini sejalan dengan fakta bahwa 72 persen anak di Korsel, yang berusia sampai 11-12 tahun, mempunyai ponsel dan menghabiskan 5,4 jam mengutak-atik perangkat itu.

(okz)