Warga Lingga Siap Hibahkan Tanahnya Sebagai Tempat Penangkaran Buaya

Diterbitkan oleh pada Selasa, 8 September 2015 18:37 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.868 kali ditampilkan

LINGGA - Seorang warga Daik Lingga, Apau, siap menghibahkan tanahnya seluas 2 hektar untuk dijadikan tempat penangkaran buaya. Hal itu dikarenakan dirinya merasa tersentuh hati melihat dan mendengarkan, keluhan ditengah masyarakat Lingga saat ini. Pasalnya ketakutan akan keganasan buaya sangat menghantui khususnya para nelayan Lingga yang hari-harinya turun kelaut.


Hal tersebut dikatakannya, karena sudah seringnya warga Lingga, bertarung nyawa dengan hewan buas tersebut, bahkan kata Apau, untuk tahun 2015 sudah ada warga Daik Lingga, yang dimakan buaya yang tidak ditemukan jasadnya sampai saat ini.


"sebagai warga Daik Lingga, saya punya tanah, 4 hektar di daerah Mentengah, Desa Mentude, kalau pemerintah mau menggunakan tanah saya itu untuk penangkaran buaya, saya siap. Dengan mengetahui persis apa yang dialami masyarakat Lingga saat ini, saya merasa sangat prihatin." kata Apau.


Seperti yang kita ketahui sebelumnya kata Apau, warga Lingga yang dimakan buaya tidak ditemukan sampai saat ini yaitu bapak Saleh (70) warga Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, dan Putri (10) Warga dapur Arang Suku Laut,  Desa Kelum, Kecamatan Lingga.


Bahkan Apau menambahkan, baru-baru ini ada warga Kampung Pahang, yang digigit buaya, saat mencuci tikar di Sungai kampung Pahang.


"kita ketahui tahun 2015 saja, sudah ada dua warga Lingga, yang dimakan buaya, yang tidak diketahui jasadnya sampai hari ini," terang Apau.


Oleh sebab itu lanjut Apau, jika pemerintah mau membuat penangkaran buaya, dirinya siap menghibahkan tanahnya 2 hektar. Apalagi kalau pembuatan penangkaran buaya tersebut di Daik Lingga, akan sangat mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi pemerintah Lingga, khususnya Masyarakat Lingga.


" Kalau pemerintah membuat, penangkaran buaya sekaligus di sulap sebagai tempat wisata, maka hal tersebut akan mendatangkan wisatawan dari luar daerah, dan hal tersebut nantinya akan membantu PAD daerah," jelas Apau lagi.


Sementara, keuntungannya untuk masyarakat Lingga, jika pemerintah membuat penangkaran buaya, maka masyarakat Lingga, akan bebas dari rasa was-was, saat turun ke laut." Bukan hanya itu masyarakat yang sanggup menangkap buaya, bisa menjualnya ke pemerintah untuk di tangkar," lanjutnya.


Dialanjutkan Apau, untuk makanan Buaya sendiri, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya banyak, pasalnya Kabupaten Lingga, yang kaya dengan populasi Babi hutan, bisa dimanfaatkan, sebagai bahan makanan buaya tersebut.


" Jadi kalau Babi-babi hutan yang ada di Lingga, ditangkap maka, masyarakat yang memiliki kebun bisa membuka kebun mereka dan menanami sayur-sayuran, dan tanaman lainnya," tutup Apau.