Pekatnya Kabut Asap Selimuti Lingga
LINGGA - Dampak dari pekatnya kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan gambut di daerah Riau, yaitu Pekanbaru dan Jambi turut dirasakan masyarakat yang berada di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Hingga saat ini, ketebalan asap terus meningkat.
Bahkan, di beberapa titik ibu kota Kabupaten Lingga kabut asap memperpendek jarak pandang. Kabut asap yang melanda pulau lingga tidak hanya terlihat dari bibir pantai saja, namun di dataran tinggi seperti di Gunung Daik yang terkenal dengan tiga cabangnya menjulang keawan dan juga bukit permata sepincan, jelas sekali terlihat kabut asap putih menyelimuti hampir seluruh wilayah tersebut.
"Biasanya, pada kondisi normal, gunung daik dan bukit permata ini akan terlihat jelas jika dilihat dari rumah. Namun, saat ini gunung dan bukit tersebut tak tampak sama sekali. Bahkan, perairan di sekitar bibir pantai pun tak bisa terlihat," kata seorang warga Daik Lingga yang namanya tidak mau diberitakan.
Menurutnya, jika kondisi itu terus berlanjut maka nantinya akan mengganggu kesehatan warga setempat. Ia meminta dinas terkait dapat segera mengantisipasi dampak kesehatan seperti munculnya gangguan pernafasan.
"Saat ini, kabut asap masih belum terlalu tebal. Meski begitu, sudah saatnya pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas dengan menurunkan timnya untuk mengecek ke lapangan apakah kabut asap ini sudah masuk dalam level membahayakan kesehatan warga atau bukan. Hasilnya bisa segera disampaikan kepada warga," jelasnya
Bukan hanya sekadar mengecek kondisi di lapangan, dia juga meminta kepada Pemkab Lingga atau instansi terkait lainnya agar mengambil langkah cepat dengan membagi-bagikan masker secara gratis kepada warga. "Tentu kita tak ingin ada yang sakit dulu baru dilakukan tindakan pencegahan," tuturnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga melalui Kadisnya dr Ignatius Lutfi juga menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar. "Kita menganjurkan ke masyarakat untuk memakai masker kalau keluar rumah," katanya.
Namun untuk pengadaan masker secara gratis, Igantius katakan Pemkab Lingga sendiri masih mengusahakan agar mandapatkan masker. Mengingat kondisi keuangan mengalami defisit, Pemkab Lingga belum mempunyai anggaran untuk mengadakan masker kepada masyarakat.
"Cuma karena defisit anggaran maka pengadaan masker ditiadakan. Kami ada mengusulkan permintaan masker ke Dinkes Provinsi Kepri, kita masih usahakan," imbuhnya.

